Sering Dapat Laporan Pungli, Dishub Evaluasi Keberadaan Jukir

BIAR RAPI: Seorang juru parkir di kawasan alun-alun Pasuruan menata motor. Dishub berencana mengevaluasi lagi 113 jukir di Kota Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADINGREJO – Rencana penataan ulang pada parkir non berlangganan di Kota Pasuruan terus dilakukan. Pemkot menyebut bakal mengevaluasi keberadaan 113 orang juru parkir (jukir) di 86 titik lokasi parkir non-berlangganan di Kota Pasuruan.

Kabid Lalu Lintas (Lalin) pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan, Andriyanto mengungkapkan keberadaan parkir non-berlangganan masih dievaluasi. Pasalnya, Dishub kerap menerima informasi jika ada praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum jukir.

“Kami berencana mengevaluasi jukir dan lokasi parkir non berlangganan yang berlaku saat ini. sebab, ada informasi pungli oleh oknum jukir kerap terjadi,” ungkapnya.

Andri-sapaan akrabnya menjelaskan evaluasi ini berupa jumlah dan nama jukir yang berjaga di setiap titik parkir berlangganan. Sebab, jumlahnya berbeda antara satu titik dengan titik lainnya. Kondisi ini bergantung pada kepadatan di lokasi tersebut.

Ia lantas mencontohkan titik parkir di sekitar Alun-Alun Kota Pasuruan. Ada lima orang yang menjaga parkir non-berlangganan. Mulai dari depan toko Piala sampai Masjid Jami’ Al Anwar. Namun, titik parkir depan Sandang Ayu Department Store dan SD Bangilan mencapai delapan orang.

Beberapa waktu lalu, Dishub sempat mendata nama-nama petugas parkir di 86 titik di Kota Pasuruan. Ternyata, mereka tidak pernah berganti lokasi penjagaan parkir tersebut selama bertahun-tahun. Nah, kondisi inilah yang bakal dievaluasi.

Hal ini rentan memicu praktik pungli berkembang pesat karena ada lokasi parkir yang padat, namun adapula yang sepi. Karena itulah, Dishub memiliki rencana untuk melakukan sistem rolling sehingga satu petugas tidak hanya menjaga lokasi itu saja.

“Misalkan si A bulan ini menjaga di depan Sandang Ayu, bulan depan di rolling di depan Masjid Jami. Si B juga begitu. Termasuk yang sedang kami evaluasi itu jumlah petugas di setiap lokasi,” sebutnya. (riz/fun)