Dorong Penggunaan Insinerator untuk Atasi Sampah

BANGIL – Tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Kenep, Kecamatan Beji, tak akan terurai hingga puluhan tahun. Dampaknya, sampah-sampah yang ada, akan semakin menggunung.

Gunungan sampah itu semakin diperparah, seiring dengan belum adanya TPA lain di wilayah Kabupaten Pasuruan. “Karena itu, kami menyarankan agar DLH Kabupaten Pasuruan memanfaatkan insinerator untuk mengatasi sampah-sampah yang ada,” jelas Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutejo.

Menurut Rusdi –sapaan akrabya-, pembakaran sampah menjadi salah satu cara untuk mengatasi sampah-sampah yang ada. Mengingat, tidak semua sampah bisa diolah dengan waktu yang singkat.

Hanya, pembakaran yang dilakukan, tidak bisa serta merta. Harus menggunakan peralatan yang menunjang. Salah satunya, insinerator tersebut.

“Banyak sampah yang tidak bisa diolah dengan waktu singkat. Seperti plastik bekas. Sampai bertahun-tahun pun, belum tentu akan hancur. Padahal, sampah yang ada terus bertambah. Untuk itulah, pembakaran sampah dengan insinerator bisa menjadi solusinya,” sambungnya.

Plt Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Indra Hernandi mengungkapkan, rencana pengadaan insinerator memang sempat dilakukan. Namun, gagal terlaksana, lantaran terganjal anggaran.

Biaya untuk pembelian insinerator tersebut cukup tinggi. Bisa menelan dana hingga ratusan juta. “Anggarannya belum tersedia untuk pembelian incenerator tersebut,” jelasnya. (one/mie)