Pemkot-PLN Bahas Kebutuhan Listrik untuk RSUD Baru

MAYANGAN – Tahapan persiapan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) baru di Kota Probolinggo, terus dilakukan. Salah satunya yang dilakukan mengkaji kebutuhan pasokan energi listrik. Ini dilakukan untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED).

Kamis (27/6) lalu, Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri bertemu Managemen PLN Area Pasuruan untuk membahas kebutuhan energi listriknya. “Betul memang fisik rumah sakit ini belum dibangun. Namun, perencanaan kebutuhan energi listrik bagi rumah sakit baru harus dilakukan saat ini untuk kepentingan penyusunan Detail Engineering Design RSUD,” ujarnya.

Dalam penyusunan DED RSUD baru, harus dipastikan dengan jelas fasilitas pendukung kebutuhan listrik rumah sakit. Seperti, penempatan gudang untuk listrik, perlu tidaknya genset, serta fasilitas pendukung lainnya. “Listrik merupakan kebutuhan yang vital di rumah sakit. Sehingga, perlu mendapatkan perhatian dalam proses pembangunan RSUD baru,” jelasnya.

Subri menjelaskan, ada beberapa produk layanan pelanggan dari PLN yang memberikan layanan tidak padam dan tidak berkedip. Antara lain Super Bebas, Super Premium, dan Super Ultima. “Penting kebutuhan listrik rumah sakit tidak padam, karena untuk menangani proses seperti operasi dan perawatan pasien perlu jangkauan listrik yang bagus. Kemungkinan yang tepat ini menggunakan Super Ultima untuk rumah sakit,” ujarnya.

Super Ultima dinilai cocok untuk operasional rumah sakit baru. Karena, selain tidak berkedip dan padam, PLN tetap menyediakan genset, operator, serta operasional bahan bakar di area rumah sakit. “Jadi, misalnya listrik di rumah sakit itu padam, ada jaringan lain yang menyuplai listrik. Sehingga, kembali bisa nyala. Jika jaringan ini padam, ada genset yang telah disiapkan PLN,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Probolinggo berencana membangun rumah sakit baru. Tahun ini tahapannya mempersiapkan DED, analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan UKL/IP. Sedangkan, pembangunan fisiknya akan dimulai dilakukan tahun depan. Untuk kebutuhan awal, Pemkot akan mengalokasikan anggaran antara Rp 25 miliar sampai Rp 30 miliar dari APBD 2020. (put/rud)