Meninggal, Petugas Penyelenggara Pemilu di Kota Probolinggo Dapat Santunan

MAYANGAN – KPU Kota Probolinggo masih terus memverifikasi penyelenggara Pemilu 2019 yang meninggal dunia saat pelaksanaan Pemilu. Sejauh ini, sudah ada tiga penyelenggara yang meninggal dunia. Mereka didata untuk mendapatkan santunan.

Koordinator Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Kota Probolinggo Radfan Faisal mengatakan, verifikasi dilakukan untuk melengkapi dokumen untuk kepentingan pemberian santunan kepada penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia.

“Saat ini ada tiga penyelenggara Pemilu meninggal dunia yang sudah diverivikasi. Penyelenggara Pemilu yang meninggal ini tidak hanya dari petugas KPPS. Namun, juga petugas seperti Linmas yang terkena musibah sampai meninggal dunia,” ujarnya.

Dalam proses verifikasi ini juga dilengkapi dokumen yang menyebutkan tentang kondisi kesehatan petugas penyelenggara Pemilu. Di Kota Probolinggo, ada tiga petugas penyelenggara Pemilu yang meninggal dunia pasca Pemilu pada 17 April 2019.

Mereka adalah M. Arif Saifullah, 25, (KPPS 18 Kelurahan Kedungasem, Kecamatan Wonoasih); Agus Tri Juswantara, 55, (KPPS 25 Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih); dan Misrat, (anggota Linmas Kelurahan/Kecamatan Kanigaran). (put/rud)