Lelang Ikan di TPI Sulit Dilakukan, Nelayan Terkendala Modal Melaut

PASURUAN – Langkah Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan mengaktifkan kegiatan lelang ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI), masih sulit dilakukan. Sebab, mayoritas nelayan di Kabupaten Pasuruan, masih banyak yang terkendala modal melaut. Sehingga, hasil tangkapan langsung dijual kepada peminjam modal.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nurhandoyo mengatakan, sejauh ini TPI yang dikelola Pemkab Pasuruan, ada tiga. Yakni, di Kedawang Nguling; Mlaten Nguling; dan di Kalirejo, Kecamatan Kraton. “Namun, kegiatan TPI di sana hanya untuk tempat menaruh ikan setelah melaut, termasuk jasa timbang saja,” ujarnya.

Sejatinya, Dinas Perikanan ingin mengaktifkan kegiatan pelelangan di TPI. Ini agar hasil tangkapan yang berkualitas bagus dan berukuran besar bisa dijual dengan harga lebih tinggi. Namun, dari sekitar 9.700 nelayan di Kabupaten Pasuruan, mayoritas atau hampir 90 persen masih terkendala modal untuk melaut.

Sebelum melaut, mereka biasanya meminjam modal kepada pengijon atau juragan untuk modal melaut. “Karena pinjam modal, hasil tangkapan ikan juga dijual kepada juragan, tidak melalui TPI,” jelasnya.

Padahal, menurut Slamet, jika hasil tangkapan bagus, harga ikan bisa ditawar lebih tinggi oleh pembeli di TPI. Sayang, sudah lama TPI tidak mengaktifkan kegiatan lelang karena nelayan banyak yang langsung menjual hasil tangkapannya kepada peminjam modal. “Sehingga, harganya terserah juragan. Padahal, kalau mau dilelang, bisa lebih tinggi,” ujarnya.

Namun, Slamet mengaku, masih terus berupaya agar nelayan memiliki modal untuk melaut. Harapannya, nelayaan tidak tergantung kepada pemberi modal lagi. Salah satunya dengan memberikan sertifikat tanah dari rumah mereka secara gratis. “Dari sertifikat tanah itu, nanti bisa sebagai jaminan di bank. Sehingga, nelayan bisa memiliki modal untuk melaut dan tidak lagi tergantung kepada juragan,” ujarnya. (eka/rud)