Jumlah Penerima PKH Lansia di Kabupaten Pasuruan Tak Berubah

DIPASTIKAN SEHAT: Sejumlah lansia menjalani pemeriksaan kesehatan beberapa waktu lalu. Tahun ini, ada 50 lansia di Kabupaten Pasuruan yang mendapatkan PKH Lansia. (Erri Kartika/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Kuota Program Keluarga Harapan (PKH) Lanjut Usia (Lansia) untuk Pemkab Pasuruan, tak beranjak. Sejak beberapa tahun terakhir, jumlah penerimanya tetap 50 lansia. Mereka mendapatkan Rp 200 ribu per bulan.

Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan Gunawan Wicaksono mengatakan, program ini merupakan program Pemerintah Pusat. Dilaksanakan rutin sejak 2012. “Nama programnya Asistensi Lanjut Usia Terlantar (Aslut), namun biasa dikenal dengan PKH Lansia,” ujarnya.

Menurutnya, pemberian Aslut ini dari Kementerian Sosial menggunakan APBN. Di Kabupaten Pasuruan, sejak beberapa tahun terakhir ada 50 lansia yang mendapatkannya. Pemberian PKH Lansia ini untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan. Serta, untuk kebutuhan sehari-hari, seperti transport untuk berobat.

Dalam program ini, setiap lansia mendapatkan Rp 200 ribu per bulan. Duit ini diberikan melalui pendamping yang ditunjuk. Gunawan mengatakan, lansia yang mendapatkan PKH Lansia adalah yang benar-benar membutuhkan. Seperti yang sudah di kasur saja atau tidak aktif bergerak.

“Termasuk yang tidak punya identitas resmi. Jadi kalau lewat BPNT biasanya harus punya administrasi lengkap. Untuk Aslut ini yang biasanya tidak ada identitas resmi,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Pasuruan memang hanya mendapatkan kuota untuk 50 Lansia. Bila ada penerima yang meninggal, kuota itu diberikan kepada Lansia kurang mampu lainnya yang membutuhkan. (eka/rud)