Dua Pasutri Diamankan Satpol PP di Indekos karena Tak Bisa Tunjukkan Identitas

PURWOREJO – Tinggal di satu kamar tanpa bisa menunjukkan identitas, dua pasangan suami istri (pasutri) diamankan petugas Satpol PP Kota Pasuruan. Mereka diamankan bersama dua anjal ke Mako Satpol PP di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Purworejo.

Satpol PP mengamankan mereka, saat menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat) Jumat (28/6) malam. Operasi digelar dua jam, pukul 20.00 sampai 22.00.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Satpol PP Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengungkapkan, operasi ini menyasar sejumlah titik. Mulai dari perempatan Kebonagung, perempatan Purut, hingga sejumlah tempas indekosan di wilayah Purut, Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo.

Hasilnya, dua anjal diamankan saat sedang mangkal di perempatan Purut. Yaitu, M, 16, dan K, 17. Keduanya warga Kelurahan/Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan.

Sementara, dua pasutri diamankan di sebuah indekos di Purut, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Purworejo. Mereka yaitu, YP, 38, warga Lekok, Kabupaten Pasuruan dan AS, 36, warga Kabupaten Pamekasan, Madura. Pasutri yang lain, yaitu AK, 35, warga Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan dan IS, 32, warga Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Keduanya diamankan, karena diketahui tinggal satu kamar di sebuah indekos. Namun, saat diminta indentitas, mereka tidak bisa menunjukkan.

“Kami melaksanakan operasi pukul 20.00 sampai pukul 22.00. Tujuannya untuk membasmi penyakit masyarakat,” ungkapnya.

Satpol PP sendiri hanya melakukan tindakan persuasif. Tujuannya agar mereka tidak melakukan perbuatan serupa. YP dan AS misalnya, akhirnya dilepas, karena mereka mengaku menikah siri dengan menyerahkan surat keterangan dari desa. Sementara AK dan IS juga dilepas, usai memberikan bukti berupa foto pernikahan mereka.

“Kami meminta agar kedua pasutri melengkapi identitasnya kemanapun mereka pergi. Utamanya AK dan IS. Kendati menikah siri, mereka harus tetap memiliki surat keterangan sebagai bukti telah menikah,” katanya.

Sementara itu, dua anjal dan M dan K, akhirnya juga diperbolehkan pulang. Mereka pulang setelah dijemput orang tua masing-masing di Mako Satpol PP. (riz/hn)