Pemkot Pasuruan Target Seluruh Kelurahan Jadi Kelurahan Tangguh Bencana

PASURUAN – Pemkot Pasuruan menargetkan kelurahan tangguh bencana terbentuk di seluruh kelurahan. Namun, untuk merealisasikannya memerlukan tahapan. Hingga saat ini kelurahan tangguh bencana yang terbentuk belum mencapai separo dari jumlah kelurahan yang ada.

Kasi Kesiapsiagaan di BPBD Kota Pasuruan Wasono Catur Aldoko menyebut, dari 34 kelurahan, baru 15 kelurahan yang menjadi kelurahan tangguh bencana. Artinya, ada 19 kelurahan yang belum jadi kelurahan tangguh bencana.

Empat kelurahan resmi menyandang kategori tangguh bencana pada 2018. Yaitu, Kelurahan Randusari, Ngemplakrejo, dan Pekuncen di Kecamatan Panggungrejo. Serta, Kelurahan Sekargadung di Kecamatan Purworejo.

Sementara di tahun 2017, ada 11 kelurahan yang mendapatkan predikat serupa. Yaitu, Kelurahan Kebonagung, Wirogunan, Purutrejo, Purworejo, dan Pohjentrek di Kecamatan Purworejo.

Selain itu, ada Kelurahan Karangketug dan Krapyakrejo di Kecamatan Gadingrejo. Kemudian, Kelurahan Bakalan dan Blandongan di Kecamatan Bugulkidul. Serta, Kelurahan Kebonsari dan Kandangsapi di Kecamatan Panggungrejo.

“Target kami tahun ini bisa membentuk kelurahan tangguh bencana di 10 kelurahan,” kata Catur.

Menurut Catur, semakin banyak kelurahan tangguh bencana, maka penanganan bencana di Kota Pasuruan lebih maksimal. Tidak hanya penanganan kebencanaan, setiap relawan yang tergabung dalam kelurahan tangguh bencana juga diharapkan punya kepedulian prabencana.

Namun, ia juga belum memastikan kelurahan mana saja yang dibidik menjadi kelurahan tangguh bencana selanjutnya. Sebab, hal itu juga bergantung kesiapan masyarakat di masing-masing kelurahan. Karena itu, BPBD juga sering mengadakan pelatihan bagi masyarakat terkait penanganan kebencanaan.

“Terutama yang sering terjadi di Kota Pasuruan. Tujuannya, agar masyarakat paham dan siap membentuk kelurahan tangguh. Karena kelurahan tangguh itu bisa dibentuk dengan jumlah ideal relawan setiap RT ada 5 orang,” tandasnya. (tom/hn)