Nyambi Jadi Kurir Sabu, Dua Sekuriti RSUD Waluyo Jati Ditangkap

PAJARAKAN – Dua oknum Satpam RSUD Waluyo Jati, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, diamankan anggota Polres Probolinggo. Mereka juga ditahan di Mapolres Probolinggo. Keduanya diduga memiliki dan mengedarkan sabu-sabu.

Mereka adalah Degi Andika, 26, warga Desa Sidopekso, Kecamatan Kraksaan dan Ihyaul Islam, 30, warga Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran. Keduanya diamankan polisi Kamis (27/6), sekitar pukul 21.00 ketika berada di Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan.

Kasat Reskoba Polres Probolinggo Iptu Sujilan mengaku, menangkap kedua tersangka setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Warga menginformasikan jika kedua tersangka sering mengonsumsi dan menjual sabu-sabu.

Karenanya, pihaknya menyelidiki untuk membuktikan informasi tersebut. Setelah dinyatakan benar, polisi bergerak untuk membekuk mereka. “Saat kami telusuri, ternyata benar. Karena itu, kemudian kami amankan dan bawa ke Mapolres,” jelasnya.

Sujilan menjelaskan, kedua tersangka selain pemakai, juga pengedar. Mereka menerima barang dari luar daerah. Kemudian, dijual wilayah Probolinggo. “Jadi, ini pemain baru. Mereka mengonsumsi sekaligus menjual,” ujarnya.

Bersama tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Dari Degi, polisi mengamankan satu plastik klip berisi sabu-sabu seberat 0,56 gram. Satu pipet kaca berisi sabu, satu set alat hisap atau bong, selembar tisu putih, dua buah cotton bud, empat buah korek api, dan dua buah sedotan modifikasi warna putih. Serta, dua buah bungkus bekas rokok, satu unit handphone.

Sedangkan dari Ihyaul, polisi mengamankan satu unit handphone putih. Mereka sama-sama disangka melanggar pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) subsider pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Mereka dinilai melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan satu jenis sabu-sabu. (sid/rud)