Nih Dia, Enam Kampung Tematik Terbaik di Kota Probolinggo

PROBOLINGGO – Setelah melalui tahapan rangkaian penilaian, Lomba Kampung Tematik se-Kota Probolinggo pun mencapai puncaknya. Enam Kampung Tematik terbaik dan empat nominator Kampung Tematik diumumkan.

Pengumuman itu disampaikan dalam Penganugerahan Kampung Tematik, Jumat (28/6) malam di halaman Kantor Pemkot Probolinggo. Acara yang digelar Pemkot Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo itu pun berlangsung meriah.

Penganugerahan Kampung Tematik diawali dengan penampilan tari Genjring dari Jawa Barat yang dimainkan para penari dari Hola Dancer. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dan pemutaran video road to champion.

Acara makin meriah dengan penampilan Padhang Howo, musik religi gambus dari Kabupaten Pasuruan. Dua buah lagi dilantunkan oleh Padhang Howo, dilanjutkan dengan pengenalan tim juri.

Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin serta Wakil Wali Kota Moch Soufis Subri. Sejumlah kepala OPD, asisten, serta staf ahli juga hadir.

GALI POTENSI: Wali Kota Hadi Zainal Abidin saat membuka acara. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Termasuk, lima juri yang terlibat dalam penilaian lomba kampung tematik. Antara lain , Ikhsan Mahmudi dari lembaga pengkajian kebijakan publik, General Manager Radar Bromo H.A Suyuti, Sudarmanto dari forum CSR, Firman Soelijanto dari IUWASH PLUS, dan Fatur Hadi Susanto dari Askot Bidang Urban Planner Program KOTAKU.

Hadir juga, Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Rey Suwigtyo yang malam itu menjadi panitia pelaksana lomba Kampung Tematik. Dalam sambutannya, Tyo -sapaan Rey Suwigtyo- menjelaskan, Penganugerahan Kampung Tematik digelar untuk menyampaikan informasi tentang program ini. Mulai tahapan serta pemenang lomba kampung tematik.

“Seluruh tahapan lomba kampung tematik telah selesai dilalui. Kegiatan ini diikuti oleh 29 peserta dari 29 kelurahan,” ujarnya.

Dari 29 peserta ini, dipilih enam kampung terbaik. Yaitu, Juara 1, 2, 3, dan juara harapan 1, harapan 2, dan harapan 3.

“Para pemenang mendapatkan hadiah total Rp 82,5 juta ini sebagai motivasi bagi kampung tematik. Serta, ditindaklanjuti dengan pendampingan serta bantuan insentif khusus untuk kampung tematik,” jelasnya.

GALI POTENSI: Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Rey Suwigtyo menyerahkan profil kampung tematik ke Wali Kota Hadi Zainal Abidin. (Zainal Arifin/Radar Bromo)

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya menjelaskan, kampung tematik merupakan bagian dari program 99 hari kerja. “Kegiatan ini menjadi sarana menguatkan komitmen dalam meningkatkan kualitas pemukiman secara swadaya. Serta, meningkatkan kearifan lokal,” ujarnya.

Wali Kota mengungkapkan, Pemkot tidak bisa melakukan program pembangunan Kota Probolinggo sendirian. Perlu keterlibatan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan.

“Bagi kelurahan yang berhasil, saya ucapkan selamat. Jangan berpuas diri dan terus berbenah. Bagi yang belum berhasil, jangan menyerah. Terus tingkatkan partisipasi masyarakat,” tambahnya.

Nama-nama kampung terbaik diumumkan di hadapan 300 undangan yang hadir. Saat dibacakan, sontak terdengar hiruk pikuk suara pendukung. Juara I, Kampung Dora dari Kelurahan Triwung Lor; juara II , Kampung Seni dari kelurahan Jati; dan juara III, Kampung Berkelas dari Kelurahan Pakistaji.

Lalu, juara harapan I, Kampung Pesan Dimas dari Kelurahan Jrebeng Wetan; juara harapan II, Kampung Rerere Kopian Barat dari Kelurahan Ketapang; dan juara harapan III, Kampung Inggris Wisata Benteng dari Kelurahan Mayangan.

Sedangkan empat nominasi antara lain Kampung Cangkruk (Rumah Kacank) dari Jrebeng Kidul, Kampung PHBS Pelangi dari Kelurahan Wiroborang. Lalu, Kampung Tempe dari Kelurahan Sumber Taman, Kampung Biolor (Bibit Olahan Kelor) dari Kelurahan Pohsangit Kidul.

Peraih juara 1, 2, dan 3 mendapatkan piala yang diserahkan oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin. Juara harapan 1, 2, dan 3 mendapatkan piala yang diserahkan oleh Wakil Wali Kota Moch Soufis Subri. (put/hn)