Kunjungi Lolit Sapi Potong di Grati, Mentan Lihat Pedet Kembar

GRATI – Loka Penelitian (Lolit) Sapi Potong di Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, punya empat anakan sapi (pedet) yang baru lahir. Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman pun sampai harus jauh-jauh berkunjung untuk melihat empat pedet itu.

Bukan sembarang pedet. Kunjungan selama dua jam ini untuk melihat keberhasilan Lolit mengembangkan pedet melalui inseminasi buatan (IB) dan transfer embrio (TE). Hasilnya, ada dua ekor pedet jantan dengan genetik Breed Belgian Blue dan dua pedet Peranakan Ongole (PO) kembar jantan.

Keempat pedet itu pun sudah diberi nama. Dua pedet PO kembar jantan diberi nama Nara dan Indra. Sementara untuk jenis Belgian Blue diberi nama Bimasakti dan POBB.

Amran mengungkapkan, pengembangan sapi Breed Belgian Blue dan PO kembar jantan merupakan program Kementan. Tujuannya, untuk mendongkrak produksi daging dalam negeri. Sehingga, bisa mendukung Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (UPSUS SIWAB).

Ia menjelaskan, Lolit Grati merupakan salah satu dari 11 UPT Lolit Sapi Potong di Indonesia. Dan, wilayah Jatim menjadi daerah dengan populasi sapi terbesar di Indonesia. Yaitu, sekitar 1,4 juta ekor sapi dari total populasi sapi di Indonesia yang mencapai 17,2 juta ekor.

“Kami menargetkan mampu melakukan percepatan populasi sapi menjadi satu juta ekor setiap tahunnya sesuai instruksi Presiden RI Jokowi. Ini, meningkat dari tahun 2014 yang hanya sekitar 200 ribu ekor setiap tahun,” ungkap Amran yang tiba pukul 08.00 di Lolit Grati.

Menurutnya, Kementan sudah memberikan hibah berupa empat juta semen beku gratis ke seluruh petani dan peternak. Tujuannya, untuk meningkatkan populasi sapi dengan peranakan Breed Belgian Blue maupun PO kembar jantan melalui IB.

“Jujur, kebutuhan daging sapi nasional masih belum tercukupi. Setiap tahunnya, kita harus mengimpor sampai 600 ton daging sapi. Nah, harapannya melalui peningkatan populasi sapi dengan program ini, kita mencapai swasembada daging pada 10 tahun mendatang,” jelasnya.

Tak hanya itu, Kementan dijelaskan oleh Amran juga memiliki target agar Indonesia juga mandiri dalam membuat pakan. Pasalnya, biaya pakan itu Rp 1.700. Namun, kalau membeli pakan di luar harus mengeluarkan Rp 4.500 per kilogram. Dengan membuat pakan sendiri, peternak bisa menghemat 60 persen.

“Tujuannya, agar petani dan peternak benar-benar mandiri. Biaya produksi efisien, tapi kualitasnya tetap unggul. Ini, kami terus galakkan. Bahkan kalau perlu nanti ada industri pengolahan daging sapi,” sebut Amran.

Sementara itu, Kepala Lolit Sapi Potong Grati Dicky Pamungkas menyebut, keberhasilan pengembangan sapi kembar ini masih sangat langka dan luar biasa. Sebab, hanya ada satu kelahiran dari 1.000 kejadian kelahiran.

Dicky menuturkan, fisik dari PO kembar jantang memiliki bobot rata-rata. Pada umumnya sapi potong memiliki berat fisik 23 kilogram di awal kelahiran. Sementara PO kembar jantan, memiliki bobot masing masing 14 kilogram dan 20 kilogram.

Bobot dua sapi yang lain lebih berat. Bimasakti, pedet jenis Breed Belgian Blue punya bobot 32 kilogram dan POBB dengan bobot 37 kilogram saat dilahirkan.

“Ada 30 indukan yang kami siapkan, baik Belgian Blue maupun peranakan sapi kembar. Saat ini untuk Belgian Blue yang sedang bunting ada tujuh indukan dan peranakan sapi kembar yang bunting ada lima indukan. Semuanya, hasil dari IB,” terang Dicky. (riz/hn)