Gudang Snack di Kebonsari Wetan Terbakar, 15 Karyawan Kini Nganggur

KANIGARAN – Terbakarnya gudang distributor makanan, UD Kuda Terbang membuat 15 karyawannya kini nganggur. Pemilik gudang, Tohir Anjar Widodo, 45, pun mengaku kepikiran pada karyawannya. Terutama karyawan laki-laki.

Tohir mengaku, mempekerjakan 15 karyawan di gudangnya, Jalan Sunan Muria RT 1/RW III, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Separo laki-laki dan separo sisanya perempuan.

Karena gudang ludes terbakar pada Kamis (27/6) pukul 02.00, kini semua karyawannya nganggur untuk sementara. Tohir pun mengaku sangat kepikiran. ”Saya paling pikirkan itu sama karyawan yang laki-laki. Karena mereka yang jadi tulang punggung keluarga masing-masing,” katanya dengan mimik sedih, saat ditemui di rumahnya yang berdempetan dengan gudang yang terbakar.

Tohir sendiri mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab, gudangnya yang terbakar, masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Sehingga, belum bisa dibersihkan dan dibenahi.

Namun, dirinya optimistis bisa segera bangkit lagi. Meski memang, usahanya tidak akan langsung sebesar saat sebelum kebakaran terjadi.

”Nanti kalau sudah diizinkan oleh kepolisian, saya lakukan pertama yang membersihkan gudang dulu. Baru setelah itu, mengurus usaha ini,” lanjutnya.

Terutama meminta lagi kiriman barang ke gudangnya. Sementara untuk produksi makanan, diprediksi Tohir tidak akan bisa langsung dilakukan. Sebab, semua mesin peralatan produksinya rusak terbakar dan tidak bisa diperbaiki lagi.

Setidaknya ada lima mesin produksi miliknya yang rusak terbakar. Mulai dari pengepakan, penggilingan, dan lainnya.

”Saya yakin perlahan bisa bangkit. Semoga diberikan kekuatan dan kelancaran oleh Allah,” kata bapak tiga anak itu.

Sementara itu, Jumat (28/6) sehari usai gudang terbakar, rumah dan gudang milik Tohir yang terbakar masih terpasang police line. Tidak ada lagi aktivitas jual beli di sana. Sales yang biasa datang untuk kulakan makanan ringan, kini tidak ada lagi.

Para sales memang masih datang. Namun, mereka datang untuk memberikan dukungan moril pada Tohir dan keluarganya setelah bencana kebakaran terjadi.

Kebakaran itu sendiri, terjadi Kamis (27/6), pukul 02.00. Tohir pun mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 1 miliar akibat kebakaran itu. Maklum, gudang distributor makanan itu termasuk berukuran besar. Apalagi, Rabu (26/6) sebelum gudang terbakar, beragam makanan baru datang. Bahkan, isi gudang pun jadi penuh.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Sejumlah barang-barang penting dan surat berharga miliknya berhasil diselamatkan. Istri dan anak-anak Tohir pun bisa keluar rumah dengan selamat. (mas/hn)