Di Pasar Pandaan, Harga Ayam Potong Per Kilogram Rp 30-33 Ribu, Disperindag Sebut Wajar

PANDAAN – Tim Satgas Pangan Jumat pagi (28/6) melakukan sidak di pasar Pandaan dan Bangil. Sidak tersebut untuk memantau harga ayam, yang belakangan turun.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Satgas Pangan yang merupakan gabungan dari Disperindag, Dinas Peternakan beserta personel Polres Pasuruan tersebut, mendatangi sejumlah los dan stan pedagang jual ayam potong. Sekitar 90 menit lamanya sidak dilakukan di pasar Pandaan, kemudian tim bergeser ke Bangil.

Sidak ini sengaja dilakukan untuk memastikan dan mengetahui kondisi di pasar, terkait harga jual ayam potong dari pedagang ke konsumen. Mengingat harga jual dari peternak untuk ayam potong turun drastis. Namun di Pasuruan, tim memastikan, harga ayam masih stabil.

“Turunnya harga jual dari peternak ke pengepul atau sejenisnya, tidak mempengaruhi harga jual di pasaran. Termasuk pasar daerah yang ternyata masih stabil,” beber kasi perdagangan dalam negeri Disperindag Kabupaten Pasuruan Gatot Sutanto.

Sebelum atau mendekati Lebaran, untuk harga jual ayam potong di pasar daerah per kilogramnya Rp 33-35 ribu. Usai Lebaran hingga sidak berlangsung, diketahui harga ayam potong per kilogramnya Rp 30-33 ribu.

“Harga jual memang menurun, tapi tidak terlalu besar. Bahkan harga dinilai wajar lantaran stabil,” ungkapnya.

Pihaknya berharap masyarakat atau konsumen tetap tenang, untuk pemenuhan daging ayam potong ketersediannya mencukupi di pasaran. Sebaliknya masih melimpah. “Suplay dan demand-nya cukup stabil,” cetusnya.

Salah seorang pedagang daging ayam potong, Fatimah, 45, menuturkan, tingkat daya beli masyarakat atau konsumen di lapangan tetap stabil. Meskipun harga jual peternak keluar, anjlok atau menurun, itu tidak mempengaruhi harga jual daging ayam ke konsumen atau pembeli.

“Kami jualnya sesuai dengan harga resmi yang ada di pasaran. Memang turun jika dibandingkan saat mendekati Lebaran, tapi ini hal biasa,” katanya. (zal/fun)