Catat, PPDB SMP di Kab Pasuruan Dimulai Awal Juli, Ini yang Harus Disiapkan

BANGIL – Bagi anda yang akan mendaftarkan putra/putri anda ke SMP Negeri Kabupaten Pasuruan bisa segera bersiap. Dinas Pendidikan (Dispendik) mengumumkan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan dibuka mulai 1-5 Juli mendatang. Dalam PPDB SMP ini 95 persen akan menggunakan zonasi yang sudah ditetapkan Dispendik.

Hasbullah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dispendik kabupaten setempat mengatakan, untuk PPDB tahun 2019 ini secara keseluruhan akan menggunakan zonasi. Sama seperti PPDB jenjang SMA.

“Tahun ajaran baru ini, seluruhnya penerimaan ditentukan lewat zonasi sekolah. Hanya 5 persen yang ditujukan untuk mutasi kerja orang tua,” terangnya.

Sistem zonasi ini, kata Hasbullah, sesuai dengan Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019. Sehingga Dispendik sudah memetakan desa/kelurahan dari zonasi sekolah yang dituju.

Jumlah SMP Negeri di Kabupaten Pasuruan mencapai 62 SMP dan tersebar di 24 Kecamatan. Artinya, setiap kecamatan ada 2-4 lembaga SMP Negeri. Sehingga setiap kecamatan dibagi desa/kelurahan untuk zonasi sekolah tertentu.

Misal di Bangil, zonasi SMPN 1 Bangil adalah dari Kelurahan Pogar, Kauman, Kiduldalem, Bendomungal dan Kolursari. Sedangkan di SMPN 2 Bangil adalah dari Desa Kalirejo, Kalianyar, Manaruwi, Tambakan dan Kersikan. Sedangkan zonasi SMPN 3 Bangil dari Kelurahan Gempeng, Dermo dan Latek dan SMPN 4 Bangil satap adalah Raci, Masangan dan Gerongan.

“Itupun nantinya ada kriteria lagi. Untuk anak 1 dusun dengan lokasi sekolah, langsung diterima. Begitu juga jika 1 desa dengan lokasi sekolah juga langsung diterima bagi siswa yang memiliki KIP/PKH,” terangnya.

Termasuk siswa yang berprestasi lewat kejuaraan di bidang pendidikan seperti OSN, O2SN, FLS2N di tingkat Kecamatan pasti diterima. Setelah itu baru dirangking berdasarkan nilai Surat Keterangan Hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (SKHUABN)-nya.

“Sedangkan untuk pendaftarannya nanti secara offline di sekolah. Calon siswa membawa KK untuk kepastikan alat zonasi sekolah juga SKHUN untuk perangkingan,” terangnya.

Dikatakan Hasbullah, sistem zonasi untuk SMP Negeri agar ada pemerataan pendidikan. Ini agar tidak ada lagi sekolah favorit karena semua sekolah secara kualitas guru dan sarpras sudah sama-sama memadai. (eka/fun)