Begini Pengakuan Bapak yang Gauli Anaknya hingga Hamil dan Melahirkan

PAJARAKAN – Tersangka kasus pencabulan terhadap anak kandungnya, MD, 30, warga Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, mengakui perbuatannya. Ia mengakui persetubuhan itu dilakukan dengan sadar. Namun, hanya dua kali.

Pengakuan itu diungkapkannya saat Polres Probolinggo merilis kasusnya, Jumat (28/6) siang. MD mengaku menyesal telah melakukannya. “Saya sadar melakukan itu dan saya menyesal,” ujarnya.

MD mengatakan, saat itu rumahnya sedang sepi. Sekitar pukul 23.59, istrinya sudah tidur di kamarnya. Sedangkan, anaknya tidur di kamarnya sendiri. Malam itu, MD mengaku tidak bisa tidur karena pusing. “Saya pusing. Tidak bisa tidur, tidak tahu kenapa seperti itu,” ujarnya.

Saat pusing itulah, MD masuk kamar anaknya. Setelah meraba-raba anaknya, tersangka menidurinya. “Saya langsung melakukannya. Anak saya tidak menolak saat saya ajak berhubungan. Saya melakukannya tidak memaksa dan tidak mengancam. Saya di rumah hanya bertiga. Istri dan anak satu. Sebenarnya saya punya dua anak, tapi satunya meninggal,” ujarnya.

Soal berapa kali menyetubuhi anaknya, MD mengaku hanya dua kali. Ia membantah dituduh melakukannya berulang-ulang. “Hanya dua kali dan hamil itu sudah,” ujarnya.

MD tega menyetubuhi anaknya sebut saja Bunga (nama samaran), 15, hingga hamil. Ketika anaknya hamil, diajak ke Bali hingga melahirkan. Anaknya pun melahirkan bayi prematur dan meninggal dunia. Karena perbuatannya inilah, MD dipolisikan istrinya dan ditahan polisi.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwy Kurniyanto mengatakan, tersangka melanggar Undang-Undang Perlindungan Anak. “Kami kenakan Undang-Undang Perlindungan Anak,” ujarnya. (sid/rud)