Warga Siap Buktikan Rumah Persemayaman Asembakor Berada di Lahan Kuburan

JADI MASALAH: Sejumlah warga berada di sebuah bangunan di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, yang akan dijadikan rumah persemayaman. (Foto: Mokhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KRAKSAAN- Polemik pembangunan rumah persemayaman di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, berlanjut. Kini, warga menyiapkan bukti jika lahan rumah persemayaman itu merupakan kuburan.

Bukti ini dikumpulkan untuk membantah Kepala Desa Asembakor Muh. Zainullah yang menyebut lahan itu bukan kuburan. Bukti-bukti itu akan dibawa 10 warga yang diundang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo. Sepuluh warga ini merupakan yang bertanda tangan untuk penerbitan Izin Mendirikan Bangungan (IMB) pembangunan rumah persemayaman.

Sejatinya, 10 warga itu diundang MUI, Rabu (26/6). Namun, mereka tidak bisa hadir karena masih bekerja. Mereka bersedia hadir hari ini (28/6). Namun, ternyata hari ini MUI tidak bisa. “Kalau besok (hari ini) MUI tidak bisa. Karena itu kami menunggu jadwal dari MUI saja,” ujar salah seorang warga, Hosmania.

Hosmania mengaku, pihaknya akan membuktikan kebenaran perihal adanya pembohongan terkait terbitnya izin pendirian rumah persemayaman ini. Sebab, sebelumnya warga yang dimintai tanda tangan dengan iming-iming uang serta dikatakan bangunan itu merupakan toko modern. Pihaknya juga akan mebuktikan jika lahan yang ditempati merupakan kuburan. “Itu memang kuburan. Itu kan panjang, tapi tengahnya ada jalan,” ujarnya.

Menurut Hosmania, pihaknya tidak gentar untuk membuktikan kebenaran. Meski sebelumnya kepala desa membawa petok D dan resi. Alasanya, petok D dan resi bisa berubah. “Kalau data yang dibawa kepala desa bisa berubah. Sebab, tahun lalu itu di desa ada prona. Di situ kan bisa mengubahnya,” ujarnya.

Situasi di desa, menurut Hosmania, cukup panas. Banyak warga yang hendak turun jalan. Namun, pihaknya dan sejumlah tokoh melarang. Mereka lebih mempercayakan kepada MUI. “Masih kami larang. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada MUI,” ujarnya.

KLARIFIKASI: MUI Kabupaten Probolinggo saat mengklarifikasi Pemdes Asembakor dan Kecamatan Kraksaan beberapa waktu lalu. (Foo dok Jawa Pos Radar Bromo)

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo K.H. Idrus Ali mengaku, masih fokus untuk mengkajinya. Baik soal perizinan dan sejarah tanahnya. Soal fungsi bangunannya, menurutnya sudah jelas sebagai tempat kremasi. “Tunggu saja. Kami masih terus melakukan pembahasan bersama MUI,” ujarnya.

Diketahui, warga Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, mempermasalahkan sebuah bangunan di desanya. Sebab, bangunan ini sebelumnya disebutkan untuk toko modern. Namun, ternyata untuk rumah persemayaman. Karenanya, warga berang dan merasa dibohongi oleh pemerintah desa.

Sedangkan, Kepala Desa Asembakor Muh. Zainullah mengaku tak pernah membohongi warga. Serta, tidak pernah mengiming-imingi mereka dengan uang. Pernyataan ini juga sudah disampaikan kepada MUI. (sid/fun)