UPT Tahura Intens Patroli selama Kemarau untuk Cegah Kebakaran

PANTAU: Petugas pamhut memadamkan api di di blok Putuk Bunder, lereng Gunung Ringgit, di Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen beberapa waktu lalu. Selama kemarau, patroli ditingkatkan untuk minimalisir kebakaran. (Foto UPT Tahura R. Soerdjo for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PRIGEN – Memasuki musim kemarau seperti sekarang, wilayah hutan masuk kawasan Tahura R. Soerdjo rawan akan terjadinya kebakaran. Bahaya itu diantaranya menyebar di Gunung Welirang, Ringgit, Kembar Satu dan Dua, juga Arjuno.

Agar kasus kebakaran tak terjadi kembali terjadi, UPT Tahura R. Soerdjo meningkatkan patroli hutan secara intensif. Patroli tak hanya berkala saja. Dengan memaksimalkan sumber daya manusia (SDM), sebanyak 15 orang personel pamhut juga harus meningkatkan kewaspadaannya.

“Musim kemarau masih panjang. Saat ini baru awal dan belum masuk puncaknya. Sehingga kebakaran hutan tetap rawan terjadi dan harus diwaspadai. Salah satu cara meminimalisirnya adalah dengan patroli hutan secara rutin dan lebih intensif,” tutur kepala Resort Pengelolaan Hutan (RPH) 03 Pasuruan UPT Tahura R. Soerdjo Agus Budi Utomo.

Kasus kebakaran hutan di musim kemarau sepeti sekarang, sudah pernah terjadi. Seperti di lereng Gunung Ringgit, tepatnya di blok Putuk Bunder, Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen. Sedikitnya 35 hektare lahan terbakar, saat api membakar selama dua hari.

“Karena hanya patroli rutin, bisa kami lakukan untuk cegah kebakaran hutan. Maka, cara inilah yang dimaksimalkan dilapangan. Target sasarannya adalah perburuan liar, jika didapati akan ditindak tegas,” ungkapnya. (zal/fun)