Tiga Jari Tersangka Mercon Meledak di SDN 1 Banyuanyar Lor Diamputasi

KEHILANGAN JARI: Burhanuddin masih menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati, Kraksaan. Pihak rumah sakit menyatakan kondisi tersangka sudah mulai membaik. (Foto: Mokhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GENDING- Burhanuddin, tersangka sekaligus korban ledakan mercon di rumah dinas (rumdin) SDN Banyuanyar Lor 1, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, harus kehilangan sebagian dari tiga jarinya. Sebagian dari tiga jarinya harus diamputasi karena hancur setelah terkena ledakan petasan yang dirakitnya.

Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan Sugianto mengatakan, sebenarnya kondisi korban telah membaik sejak dibawa ke rumah sakit, Minggu (23/6). Sesampai di rumah sakit, korban langsung mendapatkan perawatan. “Sudah membaik. Korban saat dibawa ke rumah sakit langsung kami tangani,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Pak Gik itu menjelaskan, beberapa waktu lalu pihaknya telah membersihkan luka bakar yang dialami korban. Serta, mengamputasi tiga jari tangan kirinya. Sebab, tulang tiga jari itu hancur. “Keluarga menyetujui. Kami langsung melakukan tindakan operasi pada jari tengah, jari itu tulangnya hancur,” ujarnya.

Tiga jari yang diamputasi itu adalah jari tengah satu ruas, jari manis dua ruas, dan jari kelingking tiga ruas. Menurut Pak Gik, sejauh ini kondisi korban yang juga ditetapkan sebagai terangka oleh pihak kepolisian itu, masih dalam perawatan medis. Selain tiga jari itu, bagian tubuh lain korban masih utuh. “Yang lainnya hanya mengalami luka bakar. Saat ini dalam proses pemulihan,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sabtu (22/6), ledakan mercon terjadi di rumdin SDN Banyuanyar Lor 1, Kecamatan Gending. Ledakan itu mengakibatkan penghuninya, Burhanuddin mengalami luka bakar sekitar 33 persen. Sedangkan, istri dan anaknya baik-baik saja karena berada di ruangan berbeda dengannya.

RUSAK BERAT: Rumah dinas di Banyuanyar Lor yang rusak usai terkenda ledakan mercon rakitan Burhanuddin (inset). (Foto: dok)

Setelah menjadi korban ledakan mercon, Burhanuddin langsung dilarikan ke rumah sakit. Pihak kepolisian dari Polres Probolinggo juga langsung menyelidikinya. Hasilnya, polisi menetapkan korban Burhanuddin sebagai tersangka. Sebab, dia memiliki dan merakit petasan dengan alasan akan digunakan pada hajatan saudaranya. (sid/fun)