Saat Api Melalap, Sempat Panik Mencari Anak Bungsu Tak Ketemu

KANIGARAN– Tohir Anjar Widodo, 45, pemilik gudang UD Kuda Terbang di Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran yang ludes dilalap api, tak menyangka bila ia akan mengalami tragedi nahas itu.

Tohir bercerita, Rabu (26/06) malam sebelum kebakaran, dirinya baru tidur pukul 24.00 atau tepat tengah malam. Korban tidur malam, karena ada tukang yang sedang mengecat rumah bagian depan.

Bahkan, sekitar pukul 22.00, istrinya Maskuro Tudjarojah, 38, masih masak mi untuk makan tukang cat. ”Berhenti ngecat sekitar pukul 11 malam. Terus masih omong-omongan di depan rumah dengan tukang. Setelah mereka pulang, saya baru tidur pukul 12 malam,” katanya saat ditemui di lokasi kejadian.

Korban dan istrinya tidur di kamar tengah. Dua anaknya tidur di kamar depan, yaitu anak kedua dan ketiga. Sedangkan anak sulungnya tidur di kamar belakang. Mereka semua tidur lelap. Sebab, baru tengah malam mereka tidur.

Namun, Kamis (27/06) tepat pukul 02.00, tetangga korban membangunkan mereka. Tetangga itu menggedor-gedor pintu depan rumah dengan keras.

”Ada warga yang membangunkan saya. Yang bangun pertama kali itu anak kedua saya. Karena dia tidur di kamar depan. Jadi dia dengar duluan. Dia kemudian langsung membangukan saya. Waktu itu sekitar pukul 02.00,” ujarnya.

Begitu bangun, korban diberitahu bahwa UD. Kuda Terbang, gudang tempat usahanya terbakar. Dia pun langsung keluar kamar. Saat itu, korban melihat api di bagian belakang rumahnya sudah membara.

Untuk menghindari bahaya lebih besar, korban langsung mematikan sekring listrik rumah. Saat itu juga, korban langsung mengeluarkan mobil di halaman rumah. Istri dan anak-anaknya kemudian diminta mengeluarkan dua unit motor yang ada di samping rumah.

”Barang-barang berharga dan surat-surat penting saya keluarkan semua dari rumah. Semua selamat. Termasuk istri dan anak saya selamat semua,” ungkapnya.

Muhammad Nuril Huda, 14, putra kedua korban mengatakan, saat kebakaran terjadi, dirinya tidur di kamar depan bersama adiknya. Malam itu, dia mendengar suara pintu depan digedor-gedor oleh tetangganya.

Nuril pun langsung bangun. Saat itu, tetangganya memberitahu bahwa gudang milik ayahnya terbakar. Karena itu, Nuril pun langsung membangunkan ayahnya. “Saya langsung bangunkan ayah pas lihat ada api. Waktu bangun, api itu sudah besar,” ujarnya.

Sementara Maskuro Tudjarojah, istri korban menceritakan, saat mengetahui kebakaran, dirinya langsung mengeluarkan barang-barang berharga dan surat-surat berharga. Seperti sepeda motor dan lainnya.

Baru setelah itu, dia ingat anak bungsunya yang tidur di kamar depan. Maskuro ingat, dia tidak melihat anak bungsunya sama sekali.

Maskuro pun langsung panik. Dia lari ke kamar depan, dan mencari anak bungsunya. Namun, tidak ditemukan. Sebab, kondisi rumah gelap. Sebab, lampu sudah dimatikan. Beruntung, anak bungsunya ternyata sudah keluar kamar lebih dulu.

”Saya sempat bingung cari anak bungsu saya. Karena kondisi gelap. Di kamar saya cari, gak ketemu. Ternyata sudah keluar duluan. Alhamdulillah semua selamat,” ungkapnya. (mas/hn)