Retribusi Wisata di Pasuruan Terdongkrak Libur Lebaran

WINONGAN–Jelang akhir semester pertama, penerimaan retribusi tempat wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan sudah mencapai Rp 671,791 juta. Jumlah ini sudah mencapai 84 persen dari target yang ditetapkan selama setahun. Sebesar Rp 800 juta.

Agung Maryono, Kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, tingginya penerimaan retribusi wisata sampai Juni ini, terdongkrak dari libur Lebaran lalu. Terutama di Pemandian Alam Banyubiru. Selama Juni saja, tercatat tembus Rp 329 juta.

“Kunjungan di Pemandian Alam Banyubiru saat Lebaran lalu memang tinggi. Memang trennya setiap Lebaran sampai Lebaran Ketupat memang kunjungan tinggi di sana,” terang Agung.

Mulai awal tahun hingga 23 Juni lalu, retribusi dari Banyubiru sudah tembus Rp 541,56 juta. Angka itu merupakan tertinggi penyumbang pemasukan dari sektor wisata di Kabupaten Pasuruan.

SUMBANG PAD: Wisata Banyubiru yang menyumbang pemasukan mencapai Rp 541,56 juta hingga 23 Juni lalu. (Mokhammad Zubaidillah/ Radar Bromo)

Disusul tiket akses Bromo di Tosari mencapai Rp 111, 935 juta. Sementara Ranu Grati di peringkat ketiga mencapai Rp 18, 291 juta. Dari jumlah tersebut, tercatat total penerimaan mencapai Rp 671,791 juta atau 84 persen dari target Rp 800 juta.

Agung tak memungkiri, Banyubiru merupakan tempat wisata teratas penyumbang pemasukan ke daerah. “Saat Lebaran lalu, tiket di Banyubiru juga alami peningkatan harga. Hal itu sesuai Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang Retribusi Tempat Wisata dan Olahraga. Dari tiket yang awalnya Rp 5 ribu, naik menjadi Rp 15 ribu karena ada event. Dan, hal ini juga membuat penerimaan menjadi meningkat. Selain itu, tingkat kunjungan juga tinggi,” terangnya.

Sementara untuk pemasukan dari tiket di Tosari, baru diterapkan tahun ini. Namun sampai 23 Juni lalu sudah mencapai Rp 111,935 juta. Jumlah ini bahkan sudah melebihi target di Tosari yang hanya Rp 70 juta.

Dengan perolehan sementara yang mencapai Rp 671 juta. Disparbud optimistis target Rp 800 juta bisa tercapai sampai akhir tahun nanti. Apalagi kunjungan wisata akan diprediksi juga didongkrak oleh libur semester dan juga libur akhir tahun mendatang. (eka/mie)