Pelebaran Jalan Untung Surapati di Bangil Batal, Ini Alasan BBPJN

JARANG MACET: Jalan Untung Suropati di Bangil yang semula hendak dilebarkan. Namun dari hasil kajian BBPJN, jalan ini dinilai tak perlu dilebarkan. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Rencana Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) memperlebar Jalan Untung Suropati di Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, dibatalkan. Sebab, setelah dievaluasi, kemacetan di ruas jalan ini sudah berkurang.

Rudi Napitupulu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo mengatakan, kemacetan berkurang karena arus kendaraan terpecah sejak ada jalan tol. Ada kendaraan yang tetap lewat Jalan Untung Suropati. Ada juga yang melewati jalan tol.

“Rencana awalnya memang ada pelebaran jalan karena jalur tersebut sering macet. Macet terjadi karena ada penyempitan jalan,” terangnya.

Namun, kemudian BBPJN membatalkan rencana pelebaran jalan tersebut. Menurutnya, ada beberapa alasan yang membuat pelebaran batal dilaksanakan.

Salah satunya karena jalur sepanjang kurang lebih 500 meter di Jalan Untung Suropati, ditumbuhi pohon Angsana yang sudah berusia puluhan tahun. “Kalau ada pelebaran jalan, jelas akan memangkas juga pohon-pohon di jalur tersebut yang sudah berusia puluhan tahun,” tuturnya.

Selain itu, saat ini kemacetan di Jalan Untung Suropati tidak sepadat dulu. Sejak beroperasinya jalan tol Gempol – Pasuruan, kemacetan tidak sesering dulu.

“Setelah kami evaluasi juga, jika diperlebar, tidak signifikan terhadap arus lalu lintas di sana,” terangnya.

Berdasarkan kondisi itu, BBPJN pun memutuskan untuk tidak memperlebar jalan Untung Suropati tahun ini. Dana pelebaran jalan sendiri masuk dalam dana pemeliharaan jalan Gempol – Probolinggo yang totalnya mencapai Rp 19 miliar. Dengan batalnya pelebaran jalan ini, anggaran dialihkan untuk perbaikan aspal, saluran, dan pemeliharaan jalan lainnya. (eka/fun)