Terkena Embun Es Bromo, Tanaman Bisa Mengering

SUKAPURA – Fenomena embun es atau embun upas yang terjadi di Gunung Bromo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mampu menarik wisatawan datang. Namun, di sisi lain, embun upas ini bisa membuat tanaman yang terkena jadi menguning. Terutama di lautan pasir.

“Embun salju itu memang bisa membuat tanaman menguning dan mengering. Tapi, dampaknya hanya di lautan pasir Bromo saja,” kata Abdur Rahman, koordinator penyuluh pertanian wilayah Kecamatan Sukapura.

Sebab, fenomena embun upas itu banyak terjadi terutama di lautan pasir. Tepatnya, di Dusun Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Sementara di lahan-lahan pertanian warga, fenomena embun upas relatif kecil.

Hal serupa disampaikan Camat Sukapura Bambang Heriwahjudi. Menurutnya, hingga saat ini belum ada petani yang melaporkan tanaman rusak karena terkena embun upas. Jika memang ada, pihaknya pun mengimbau agar melaporkan kondisi itu pada petugas pertanian.

Abdur Rahman menambahkan, lahan pertanian di sekitar Bromo justru saat ini sedang terdampak asap belerang. Menurutnya, asap belerang dari Gunung Bromo itu terbawa angin. Kemudian, abu belerang jatuh ke tanaman. Kondisi ini bisa membuat sayuran menguning dan mati.

Karena itu, tanaman yang terkena abu belerang, harus segera disemprot dengan air bersih. Sehingga, asap belerang tidak menempel dan merusak sayuran.

“Biasanya, kalau embun turun cukup deras, maka asap belerang itu akan luntur terkena embun,” ujarnya.

Dilanjutkan Rahman, lahan pertanian di Kecamatan Sukapura sekitar 2.000 hektare. Wilayah yang paling banyak terdampak belerang yaitu di Desa Ngadisari seluas 400 hektare.

Kerusakan tanaman sayuran akibat belerang di tempat ini sekitar 10 persen. Selebihnya, bisa dipertahankan sampai panen. “Tanaman yang terdampak itu tanaman sayuran bawang perei, kentang, dan kubis,” terangnya. (mas/hn)