Terdakwa Pelaku Pemerkosa di Sungi Wetan Berbelit, Tapi Akui Perbuatannya

PANGGUNGREJO – Sempat tertunda lantaran terdakwa tak didampingi penasihat hukum, persidangan pemerkosaan di Desa Sungi Wetan, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan dilaksanakan, Rabu (26/6). Persidangan yang dilaksanakan secara tertutup ini beragendakan pembacaan dakwaan dan keterangan saksi.

Persidangan dilakukan mulai pukul 12.00 di ruang sidang anak di Pengadilan Negeri (PN) Kota Pasuruan. Namun, demi kesehatan psikis dari korban Bunga (bukan nama sebenarnya), perempuan asal Gadingrejo itu posisinya dipisah dengan terdakwa selama persidangan.

Humas PN Pasuruan, Rahmat Dahlan mengungkapkan terdakwa yakni Dyt, dikenakan pasal 81 ayat 2 juchto pasal 76 D atau pasal 81 ayat 2 juchto pasal 76 E UU nomor 35 tentang perlindungan anak. Pasal ini bersifat alternatif bergantung pembuktian di persidangan.

“Hakim anak diberi dua alternatif saat memutus pidana untuk pelaku. Selain pembacaan dakwaan, persidangan langsung dilanjutkan dengan keterangan saksi dari korban,” ungkapnya.

Dalam persidangan itu, dihadirkan tiga orang saksi untuk korban. Yaitu KN, RP dan M. Dalam keterangannya ketiga saksi ini mengaku jika mereka melihat Dyt mengajak Bunga untuk jalan jalan dan menjemputnya di sebuah toko modern di Kelurahan Petahunan, Kecamatan Panggungrejo.

Pelaku sendiri tidak menampik kesaksian dari tiga orang ini. Sayangnya, ia berbelit belit. Ia mengaku jika menyetubuhi korban, namun ia menolak jika tindakan ini dilakukan dengan paksaan dan sempat mencekik korban. Ini berbeda dengan keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP).

Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pasuruan, Daniyal Effendi sangat menyesalkan keterangan dari Dyt yang berbelit-belit. Karena itu, ia meminta pada hakim, agar terdakwa dijatuhi hukuman berat sebab Dyt tidak merasa bersalah sama sekali.

“Ini kejahatan luar biasa. Pelaku juga sempat mengambil barang korban. Namun, ia tidak mengakui, malah ada upaya menutupi,” sebutnya.

Penasihat Hukum (PH) terdakwa, Sudiono membenarkan jika Dyt mengakui perbuatannya telah menyetubuhi Bunga. Namun, ia menampik jika Dyt memberikan keterangan berbelit-belit. Menurutnya hal ini dikarenakan saksi dalam persitiwa ini cuma satu.

“Dyt tidak berbelit-belit, justru ia mengakui perbuatan ini. Cuma saksi yang tahu peristiwa ini kan Cuma dia. Empat pelaku lainnya yang merupakan saksi belum tertangkap,”sebutnya.

Untuk diketahui, Bunga yang belum genap berusia 17 tahun digilir oleh lima pemuda yang baru dikenalnya melalui media sosial. Insiden ini dialami Bunga pada Minggu lalu (26/6). Ironisnya, kelima pelaku tidak hanya memperkosanya.

Usai menggilir Bunga, para pelaku mengambil barang berharga milik Bunga. Setelah melakukan aksi bejatnya, Bunga ditinggal seorang diri di sebuah lahan perkebunan di Desa Sungi Wetan, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan sebelum ditolong oleh seseorang yang melintas. (riz/fun)