Supaya Ibu Menyusui Bisa Kasih ASI Eksklusif, Puskesmas Sukorejo Libatkan Peran Suami

SUKOREJO – Air susu ibu (ASI) eksklusif adalah pemberian pada anak mulai dari lahir hingga usia 6 bulan. Dalam kurun waktu 6 bulan, anak hanya diberi ASI tanpa diberi makanan atau minuman tambahan. Pemberian ASI ini juga bisa dilanjutkan secara terencana hingga anak berusia 2 tahun disertai dengan pemberian makanan pendamping ASI mulai usia lebih dari 6 bulan.

Nah, agar ASI eksklusif ini bisa dilakukan, Puskesmas Sukorejo memiliki inovasi untuk warga di lingkungan kerjanya. Namanya adalah Adidas, sebuah inovasi kepanjangan dari Ayah dan Ibu Sadar ASI Ekslusif.

Kepala UPTD Kesehatan Puskesmas Sukorejo, dr Ella Sandra Iswari mengatakan, program Adidas ini dilatarbelakangi kondisi lapangan yang menunjukkan pemberian ASI ekslusif sangat rendah dikarenakan rata-rata ibu yang bekerja. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan pemberian ASI eksklusif bagi anak, dengan tidak hanya menyerahkan tugas tersebut kepada sang ibu saja, melainkan juga melibatkan peran suami atau ayah.

“ASI ekslusif menjadi kebutuhan pokok bagi bayi, untuk menjaga keterpenuhan gizi, kesehatan dan pertumbuhan bayi. Nah dari hasil Survey Mawas Diri (SMD) dan pemantauan kami, ternyata masih rendah. Maka dengan adanya Adidas diharapkan jumlah bayi dengan ASI eksklusif meningkat.” tambahnya.

Cara yang digunakan dalam inovasi ini adalah dengan mengadakan pertemuan rutin suami dari ibu hamil atau ibu nifas, untuk diberikan bekal dan pengertian tentang ASI eksklusif. Selain itu, diadakan iuran rutin untuk pembelian pompa ASI manual dan kantong ASI. Iuran dilakukan tiap bulan selama empat kali, yang dikumpulkan ke kader wilayah masing-masing. Apabila ibu sudah melahirkan namun iuran belum penuh, pompa dan kantong ASI akan tetap diberikan dahulu.

Dengan alat pompa ASI dari iuran suami, diharapkan hal tersebut menjadi motivasi bagi ibu untuk memberikan ASI Eksklusif bagi anak,” ungkap dr. Ella. (*)