Suami-Istri dan Anak Asal Probolinggo Ini Berhasil Jadi Anggota DPRD

KELUARGA DPRD: H. Muhammad Hasan Irsyad (depan), Hj. Nurul Laila Kusnia (depan kiri), Salma Salsabela Safira (depan kanan), Oka Mahendra (belakang kiri), dan dr Catur Prangga Wardana (belakang kanan). (Istimewa)

Related Post

Tidak hanya di Kabupaten Pasuruan. Di Kabupaten Probolinggo, juga ada orang tua dan anak yang sama-sama lolos jadi anggota DPRD. Mereka adalah pasangan suami istri H. Muhammad Hasan Irsyad-Hj Nurul Laila Kusnia dan putra mereka Oka Mahendra. Bagi keluarga ini, semua terjadi atas kuasa Allah semata.

ARIF MASHUDI, Probolinggo

Manusia boleh berencana. Namun, hanya Allah penentu semua takdir. Inilah yang diungkapkan Hasan Irsyad saat ditanya tentang perjuangannya lolos menjadi anggota DPRD Jawa Timur. Bahkan, tidak hanya dirinya, istrinya, Hj Nurul Laila Kusnia dan putranya, Oka Mahendra juga dipastikan menjadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo.

Hasan menegaskan, semua yang dialami keluarganya atas kebesaran dan kuasa Allah. Termasuk saat dirinya bersama istri dan anaknya terpilih menjadi anggota DPRD. “Saya tidak pernah memperkirakan apakah saya, nyonya saya, dan anak saya Mas Oka akan terpilih,” tuturnya.

Hasan Irsyad sendiri bukanlah orang baru dalam panggung politik. Dia dikenal sebagai politisi kawakan dari Golkar. Kiprahnya dimulai dengan menjadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo selama enam periode.

Di internal Golkar sendiri, dia pernah menjabat Ketua DPD Golkar Kabupaten Probolinggo selama dua periode. Sebelum kemudian diganti oleh kader yang lain.

Dari DPRD Kabupaten Probolinggo, Hasan kemudian melebarkan langkah. Dia mencalonkan diri jadi anggota DPRD Jawa Timur, sekaligus memberikan kesempatan pada kader Golkar yang lain bertarung di daerah. Bahkan, sudah dua periode Hasan menjadi anggota DPRD Jawa Timur. Saat ini dia bakal menapaki periode yang ke tiga.

Dalam pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019, Hasan kembali mencalonkan diri jadi anggota DPRD Jawa Timur. Tidak hanya dia, istrinya, Hj. Nurul Laila Kusnia dan anaknya, Oka Mahendra juga maju dalam Pileg 2019. Keduanya mencalonkan diri untuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Probolinggo.

Hj. Nurul maju lewat Dapil V (Leces, Tegalsiwalan, dan Banyuanyar). Sedangkan Oka maju melalui Dapil III (Paiton, Kotaanyar, dan Pakuniran).

Mereka bertiga pun terpilih jadi anggota DPRD melalu dapil masing-masing. Menurut Hasan, semuanya terjadi karena kehendak Allah, bukan karena monopoli keluarga. Sebab, pencalonan dirinya, anak, dan istrinya dilakukan atas perintah DPD Golkar Jawa Timur.

Oka misalnya, diminta mencalonkan diri karena posisinya sebagai Ketua DPD Golkar Kabupaten Probolinggo. Sehingga, dinilai punya basic yang kuat.

Sedangkan istrinya, Hj. Nurul, awalnya malah tidak pernah berencana menjadi anggota legislatif sama sekali. Di Dapil V, Golkar menawarkan pada para perempuan kader Golkar untuk memenuhi kuota 30 persen perempuan. ”Saat itu partai menilai tidak ada calon perempuan yang signifikan mengangkat suara,” katanya.

Hingga akhirnya, partai pun meminta istrinya sebagai ketua Himpunan Wanita Karya (HWK) Kabupaten Probolinggo untuk menjadi caleg DPRD Kabupaten Probolinggo. Istrinya pun bertarung dalam Pileg 2019.

”Periode-periode sebelumnya, Golkar tidak punya wakil di Dapil V. Baru ini ada. Alhamdulillah, dengan kekuasaan Allah, nyonya bisa terpilih,” ungkapnya.

Pria kelahiran 7 Juli 1949 itu pun mengaku, sempat tidak percaya. Terutama karena istrinya mampu mendulang suara yang memenuhi syarat untuk menjadi anggota DPRD.

Hasan sendiri dalam keluarga memberikan kebebasan pada anak-anaknya untuk menentukan pilihan hidup. Sejak SMP dan SMA, mereka diberikan kebebasan untuk memilih. Apakah mengikuti jejak Hasan terjun di dunia politik atau tidak.

”Saya meski sudah jalani dua periode, merasa masih banyak kekurangan. Saya terus berusaha tiap periode merealisasikan aspirasi masyarakat,” katanya.

Dari tiga anaknya, rupanya anak ke duanya, Oka Mahendra yang akhirnya tertarik pada dunia politik. Anaknya yang lain, Catur Prangga Wardana, berkarir sebagai dokter.

Oka sendiri, sebelumnya tercatat sebagai anggota DPRD Kabupaten Probolinggo periode 2014-2019. Sebelum itu, dia aktif dengan usaha mandiri.

Namun, ternyata darah politik ayahnya mengalir dalam dirinya. Sejak di bangku kuliah, Oka aktif dalam kegiatan politik dan organisasi. ”Saya pernah jadi gubernur dan presiden BEM di universitas tempat kuliah,” ujar pria kelahiran 15 Januari 1986 itu.

Saat lulus kuliah S-2 di Universitas Airlangga Surabaya pada 2012, Oka pun berniat tetap aktif di organisasi. Hingga akhirnya, dirinya masuk di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI), organisasi Partai Golkar.

Lalu, mencalonkan diri dan akhirnya terpilih dalam Pileg 2014. Bagi Oka, semua yang diraihnya selama ini terjadi atas kuasa Allah. (hn)