PPDB SMA Diperpanjang Dinilai Rugikan Sekolah swasta

PASURUAN – Perpanjangan pendaftaran PPDB tingkat SMA/SMK negeri di Kabupaten Pasuruan, dianggap merugikan sekolah swasta. Harusnya, setelah PPDB ditutup, sekolah tidak lagi membuka pendaftaran gelombang lanjutan untuk memenuhi pagu yang kurang.

Keluhan tersebut diungkapkan Edy Santoso Aji, kepala SMK Dewantoro Purwosari. Edy mengatakan, kebijakan perpanjangan pendaftaran PPDB bagi sekolah negeri yang kurang pagu sudah merugikan sekolah swasta. Seharusnya setelah PPDB ditutup, tidak ada peluang bagi calon siswa untuk daftar lagi.

“Ini jelas sangat merugikan sekolah swasta. Kami harus menunggu lagi pendaftaran PPDB sekolah negeri selesai. Padahal, seharusnya selesai setelah diumumkan minggu lalu. Ternyata dibuka kembali,” terangnya.

Seharusnya sesuai aturan, PPDB hanya dibuka sekali. Meskipun pagu sekolah negeri tidak terpenuhi, harusnya tidak ada kesempatan bagi calon siswa untuk mendaftar lagi. Apalagi PPDB gelombang lanjutan ini tidak dibatasi zonasi. Siswa bisa mendaftar di sekolah mana saja seperti keinginan mereka.

Akibatnya, tak sedikit calon siswa yang sebelumnya sudah mendaftar di sekolah swasta, akhirnya mencabut berkas pendaftaran. Mereka lantas mendaftar di sekolah negeri yang pagunya kurang. Sekolah swasta pun tidak bisa berbuat banyak, selain menunggu proses PPDB sekolah negeri benar-benar selesai.

“Sekolah swasta membuka pendaftaran sampai 17 Juli mendatang. Kalau seperti ini, maka akan ada sekolah swasta yang rombelnya bisa kekurangan,” terangnya.

Hal serupa disampaikan H.M Fendi, kepala SMK Tekstil Pandaan yang juga kepala MKKS SMK Swasta Kabupaten Pasuruan. Fendi mengatakan, seharusnya tidak perlu ada PPDB lanjutan kendati ada sekolah negeri yang pagunya kurang.

“Jadi, hal ini sangat berpengaruh ke peneriman siswa di swasta. Karena hal tersebut, rencananya keluhan ini akan kami tindak lanjuti ke Dinas Pendidikan Jawa Timur,” terangnya.

Indah Yudiani, kepala cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan memastikan, PPDB lanjutan tidak merugikan sekolah swasta. Sebab, perpanjangan pendaftaran hanya dibuka untuk sekolah negeri yang pagunya belum terisi. PPDB lanjutan ini dibuka pada 25-26 Juni.

“Jadi, tidak ada tambahan pagu, hanya mengisi pagu yang kurang. Sehingga, dari perhitungan kami tidak sampai membuat sekolah swasta kekurangan murid,” terangnya.

Dari data Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, tercatat lulusan MTs di Kota/Kabupaten Pasuruan mencapai 8.510 siswa dan lulusan SMP di Kota/Kabupaten Pasuruan mencapai 16.278 siswa. Sehingga, total calon siswa yang bisa mendaftar ke jenjang berikutnya mencapai 24.788.

Di Kota Pasuruan, pagu SMA dan SMK Negeri mencapai 2.340 dan pagu SMA dan SMK negeri di Kabupaten Pasuruan, mencapai 8.496 siswa. Total jika dijumlah mencapai 10.836 siswa. Artinya, masih ada 13.952 siswa yang bisa mendaftar di sekolah swasta.

“Jadi, kendati pagu sekolah negeri terisi penuh, masih banyak kuota untuk siswa di sekolah swasta. Sehingga, tidak sampai membuat sekolah swasta tidak kebagian siswa,” ujarnya. (eka/fun)