Polisi Fokus Cari Keberadaan Korban Trafficking asal Gending, Diduga Masih di Malaysia

PAJARAKAN – Pihak Polres Probolinggo hingga Rabu (26/6) masih terus mencari keberadaan Intan Kandiyati, 26. Selain itu, pihak kepolisian juga mengaku mengindikasi ada pelaku lain dalam kasus human trafficking.

Hal itu diungkapkan Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto. Menurutnya, pihaknya masih terus melakukan penyidikan terhadap kasus tersebut. Saat ini, pihaknya fokus kepada keberadaan korban karena keberadaan korban di Malaysia belum juga diketahui pihak keluarga.

“Namun, korban di Malaysia kerja apa dan dimana, belum diketahui,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Pihaknya juga telah meminta bantuan dari Bareskrim Mabes Polri guna mencari keberadaan korban. “Berbagai pihak telah kami hubungi untuk mencari keberadaan korban,” terangnya.

Pria yang pernah betugas di Polres Pasuruan Kota itu juga menjelaskan, untuk pelaku sendiri dimungkinkan bertambah. Pasalnya, kasus trafficking seperti itu, tidak mungkin dilakukan oleh satu orang. Menurutnya, bisa jadi nanti ada tersangka lain dalam kasus itu.

“Sementara masih kami dalami. Kemungkinan tersangkanya bertambah. Ada keterlibatan orang lain yang pasti dalam kasus ini,” tandasnya. “untuk Sih, tetangga korban yang memberitahu keberadaan korban hanya memberitahu saja. Tidak terlibat,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, orang tua korban memang baru lapor pada 13 juni lalu. Hal itu, setelah pihak keluarga korban tidak mengetahui keberadaan anaknya. Sehingga kemudian pihak keluarga melaporkan bahwa anaknya dipekerjakan diluar negeri setelah dari rumah pelaku Rudiyanto. “Setelah anaknya tidak ada kabar ia baru lapor. Kejadiannya memang sudah lama,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kejadian tersebut terjadi pada April 2014 lalu. Saat itu Intan Kandiyanto yang merupakan anak pasangan Susiyati dan SUkadi, warga Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, berpamitan membeli kue. Namun, hingga pagi, ia tidak kunjung pulang. Karena itu, pasutri tersebut kemudian mencari keberadaan anaknya namun tidak kunjung ditemukan.

Baru, beberapa hari kemudian ia mendapatkan kabar dari tetangganya bahwa Intan berada di Surabaya untuk bekerja. Kabar terakhir anaknya itu berada di Batam berpindah tempat kerja. Desember tahun yang sama, pasutri tersebut mendapatkan kabar mengejutkan. Yaitu kabar bahwa Intan sudah pindah tempat kerja lagi. Ia dikabarkan bahwa telah berpindah keluar negeri. (sid/fun)