Polemik Akun Ponco Suro, Bakorpakem Rekom Lapor Polisi

KRAKSAAN – Fatwa menyimpang MUI Kabupaten Probolinggo atas posting-an akun facebook (FB) Ponco Suro ditindaklanjuti oleh Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) setempat. Rabu (26/6) pagi, Bakorpakem mengeluarkan dua rekomendasi atas kasus ini.

Pertama, segera melaporkan posting-an akun Ponco Suro ke pihak kepolisian. Dan ke dua, menggelar pertemuan dengan pemilik akun Ponco Suro yaitu Ormat dan anggota pengajian yang dibentuknya.

Rekomendasi itu dikeluarkan Bakorpakem dalam rapat dengan MUI Kabupaten Probolinggo. Rapat digelar pukul 10.00 di lantai 2, kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo di Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.

Hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Probolinggo KH Sihabuddin, Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali, dan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto.

Dalam rapat itu, Sekretaris Umum MUI KH Sihabuddin menjelaskan, MUI telah mengeluarkan fatwa menyimpang atas posting-an dari akun FB Ponco Suro. Akun ini milik Ormat, warga Pohsangit Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Menurutnya, dari berbagai posting-an yang ada, pihaknya hanya mengkaji dua posting-an saja. Yaitu,”Islam itu bukan ajaran, bukan ilmu, bukan pengetahuan, bukan hokum, dan juga bukan agama.” Selanjutnya yaitu “Alloh tidak akan mengampuni dosamu kecuali kau yang mengampuni dosamu.”

“Banyak posting-an yang menyimpang. Tetapi, kami fokus dua saja. Dan, itu sudah mewakili dalam memfatwakan bahwa posting-an itu menyimpang,” ujarnya.

Menurut KH Sihab –panggilannya–, pihaknya memfatwakan posting-an itu menyimpang tidak sembarangan. Ada sepuluh pedoman yang digunakan dalam melakukan kajian, hingga keluar fatwa bahwa posting-an tersebut menyimpang.

“Ada sepuluh pedoman yang kami gunakan dan dua posting-an itu sudah masuk dalam kategori sesat atau menyimpang,” jelasnya.

Penyimpangan yang paling menonjol berdasarkan 10 pedoman yang dipakai MUI yaitu posting-an Ponco Suro menafsrikan Alquran tidak sesuai dengan kaidah tafsir.

Kan sudah jelas dalam firman Allah SWT yang tertuang dalam surat Ali Imron ayat 19. Di situ disebutkan sesungguhnya agama (yang diridai) di sisi Allah adalah agama Islam. Di posting-an Ponco Suro disebut, Islam bukan agama. Alquran menyebut Islam adalah agama,” jelasnya.

Karena hal itulah, kemudian pihaknya meminta tindak lanjut atas fatwa yang telah dikaji di komisi fatwa MUI. “Tindak lanjutnya kami serahkan kepada forum seperti apa,” jelasnya.

Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali menyarankan agar fatwa menyimpang itu ditindaklanjuti secara hukum, sehingga ada efek jera.

“Ini sudah jelas menyimpang dari ajaran Islam. Karena itu, diproses hukum saja biar jera,” ungkapnya.

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto berpendapat tidak jauh berbeda. Menurutnya, posting-an akun Ponco Suro sudah masuk dalam pelanggaran UU ITE. Karenanya, sudah selayaknya jika diproses hukum.

Pihaknya juga menyarankan untuk melakukan pertemuan dengan Ormat, pemilik akun. Juga para anggota pengajian yang dibentuk Ormat. Ugas menyarankan pertemuan digelar di Kantor Desa Pohsangit Leres.

“Untuk pertemuan dilakukan di desa. Biar menjadi shock terapi bagi masyarakat. Sehingga, tidak main-main dalam agama,” ungkapnya.

Atas masukan dari berbagai pihak yang hadir dalam rapat, Ketua Bakorpakem Nadda Lubis menegaskan, pihaknya mengeluarkan dua rekomendasi. Pertama, segera melaporkan posting-an akun Ponco Suro ke pihak kepolisian. Laporan didasarkan atas dugaan pelanggaran UU ITE.

Selain itu, menggelar pertemuan dengan Ormat, pemilik akun FB Ponco Suro. Berikut para anggota pengajian yang dibentuk Ormat. Rencananya, pertemuan digelar Rabu (3/7) depan di Balai Desa Pohsangit Leres.

“Setelah menimbang masukan dari beberapa pihak, nanti kami melakukan pertemuan pada Rabu (3/7) mendatang di kantor desa. Kami akan memintai keterangan dari pihak bersangkutan dan pengikutnya,” katanya. (sid/hn)