Penandaan Bidang Relokasi Rel KA Porong Libatkan Pemdes-Konsultan

GEMPOL – Proyek relokasi rel kereta api (KA) Porong mulai dilakukan di wilayah Kabupaten Pasuruan pekan ini. Petugas Kemenhub Dirjen Perkeretapian Wilayah Jawa Bagian Timur saat ini mulai melakukan pengukuran dan penetapan bidang.

Rabu (26/6), proses pengukuran itu tampak dilakukan di Dusun Warurejo, Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol. Penandaan titik bidang dilakukan oleh konsultan menggunakan alat khusus yang dicocokkan dengan satelit.

“Pengukuran dan penetapan bidangnya, didahului dengan penandaan titik bidangnya dulu. Melibatkan konsultan yang ditunjuk dari pusat. Prosesnya, kami kebut dengan target dua pekan harus sudah selesai,” terang Totok Hariyanto, koordinator lapangan dari Kemenhub RI Dirjen Perkeretaapian Wilayah Jawa Bagian Timur.

Sampai Rabu (26/6), penandaan telah dilakukan di sejumlah wilayah Kecamatan Gempol. Mulai Carat, Kejapanan, Gempol, hingga Legok. Selanjutnya, usai dilakukan penandaan bakal dilakukan pengukuran dan penetapan bidang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Pasuruan secara simultan.

Dalam proses tahapan itu, pihaknya juga tidak sendirian. Tapi, melibatkan perwakilan pemdes di masing-masing desa yang dilalui untuk lahan relokasi rel KA Gununggangsir – Sidoarjo. “Setelah proses ini (penandaan) selesai, nanti lanjut appraisal, sosialisasi, dan pembayaran untuk pembebasan lahan,” jelas Totok.

Sementara itu, Yanto, 70, salah satu warga terdampak mengaku, pihaknya sudah mengetahui rencana relokasi rel KA itu jauh-jauh hari.

“Relokasi rel KA ini adalah proyek strategis nasional, memang sudah menjadi kebutuhan. Kami berharap proses pembebasan lahan sekaligus pembayarannya sesuai dan pantas. Jadi, tak sampai merugikan warga,” harapnya. (zal/mie)