Dua Komplotan Rampok Rumah PPS di Leces Ditangkap, Dua Masih Buron

LECES-Aksi perampokan yang terjadi RT 5/ RW 4, Desa/Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo April lalu akhirnya terungkap. Dua dari kawanan perampok itu adalah pelaku spesialis pencurian yang dibekuk Polsek Tegalsiwalan.

Yakni Ahmad Fauzi, 19 dan Sulis,  42. Keduanya sama-sama asal Dusun Gunungdame Desa, Tigasan Wetan Kecamatan Leces. Dua pekan lalu, kedua tersangka berhasil ditangkap atas kasus pencurian kendaraan bermotor (curwanmor) dan pencurian hewan (curwan).

Selain dua pelaku itu, ada dua tersangka lain yang terlibat dalam kasus perampokan rumah anggota PPS (Panitia pemungutan suara) tersebut. Kedua tersangka yang merupakan eksekutor perampokan dan penjual tiga motor hasil curian itu masih buron. Polisi sudah menetapkan keduanya sebagai DPO (daftar pencarian orang).

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto saat dikonfirmasi mengatakan, kawanan pelaku spesialis pencurian yang diamankan Polsek Tegalsiwalan terus dikembangkan. Mereka diperiksa, untuk ditelusuri sepak terjangnya.

Hingga akhirnya terungkap, dua pelaku bernama Sulis dan Fauzi, merupakan komplotan pelaku perampokan di Desa/ Kecamatan Leces.

“Rupanya, kawanan pelaku spesialis pencurian yang diamankan itu, beraksi di wilayah Polsek Leces. Kedua tersangka itu adalah pelaku perampokan dengan modus mengancam menggunakan bondet dan celurit. Keduanya ditembak kakinya, karena melawan saat hendak ditangkap,” kata Riyanto.

MENGAWASI: Tersangka Ahmad Fauzi dalam perampokan rumah anggota PPS bertugas mengawasi di luar rumah. (Istimewa)

Perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku itu beraksi merampok bersama dua kawanannya. Mereka masih dalam pemburuan dan ditetapkan sebagai DPO.

Namun, pihaknya sudah kantongi identitas kedua DPO tersebut. ”Motif perampokan itu murni kejahatan kriminal. Para pelaku memang spesialis pencurian dan banyak terlibat di banyak TKP,” ungkapnya.

Dari pengakuan kedua pelaku dikatakan Kasat reskrim, kedua pelaku itu hanya berperan sebagai membantu. Dua DPO yang masih dalam pengejaran, merupakan eksekutornya.

Pelaku Fauzi bertugas mengawasi di luar pagar rumah. Sedangkan pelaku Sulis, bertugas mengawasi di halaman rumah sekaligus membawa motor yang sudah dikeluarkan oleh dua pelaku eksekutor (DPO). ”Motor hasil curian itu, dijual oleh para pelaku eksekutor yang masih buron,” tuturnya.

Diketahui sebelumnya, sehari pasca Pemilu 2019, kawanan perampok beraksi. Saat itu, rumah petugas TPS 16, RT 5/RW 4, Desa/Kecamatlan Leces, jadi sasaran perampok. Pelaku berhasil membawa kabur 3 unit motor, sejumlah perhiasan dan uang tunai. (mas/mie)