Bekuk Wanita asal Madura yang Menipu dengan Modus Hipnotis

PASRAH: Dwi Retno bersama barang bukti hasil penipuannya, sudah diamankan di Polsek Leces. Wanita asal Sampang tersebut sebelumnya menjadi DPO Polsek Leces lantaran menipu. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

LECES – Berakhir sudah aksi penipuan pelaku Dwi Retno, 54. Selasa lalu (25/6), wanita asal Desa Kedungdung, Kecamatan/Kabupaten Sampang itu berhasil dibekuk di Pasirian Lumajang. Pelaku diduga kuat menjadi dalang kasus penipuan dengan modus hipnotis (gendam).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, Dwi Retno sejatinya menjadi daftar pencairan orang (DPO) Polsek Leces, sejak sepekan terakhir. Itu setelah dia menipu Abd Rofik Baidowi, 53, warga Desa Kerpangan RT 08 RW 01 Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Akibat aksi penipuan dengan modus hipnotis itu, korban pun mengalami kerugian hampir sekitar Rp 19 juta.

DIAMANKAN DI LUMAJANG: Dwi Retno ternyata juga menjadi DPO kasus serupa di Lumajang. (Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Pasalnya, perhiasan gelang istrinya senilai sekitar Rp 15 juta berhasil dibawa oleh pelaku. Selain itu, pelaku Dwi juga sempat meminjam uang dua kali, masing-masing sebesar Rp 2 juta dan Rp 1,9 juta. Tetapi, hingga kemarin uang itu tak kunjung dikembalikan oleh pelaku.

”Kalau kerugian saya, gelang emas sekitar Rp 15 juta dan uang total Rp 3,9 juta,” kata korban H. Rofiq pada Jawa Pos radar Bromo saat ditemui di Mapolsek Leces, Rabu (26/6).

Korban yang merupakan pengusaha mebeler itu mengatakan, kejadian itu bermula saat rumah dirinya yang ada di Kota Probolinggo hendak dijual. Nah, pelaku ini datang ke rumahnya yang hendak dijual tersebut. Pelaku diantar oleh perantaranya untuk menemui dirinya.

Saat itu, pelaku berkata miliki banyak uang di Bank. Pelaku hendak membeli rumahnya dengan uang tunai. ”Entah kenapa, saya dan istri saya itu percaya. Awalnya pinjam uang Rp 2 juta untuk cairkan uangnya di Bank, terus pinjam ke anak saya Rp 1,9 juta,” katanya.

Rofiq mengaku, dirinya merasa seperti setengah tidak sadar. Apa yang diinginkan pelaku itu dipenuhi. Hingga akhirnya, pelaku meminta perhiasan gelang istrinya. Dengan alasan akan dibeli dengan uang tunai sekaligus uang rumah.

Namun sayang, pelaku itu malah pergi dan tak kunjung membayar uang perhiasan dan rumahnya. ”Pelaku itu licik. Semua dibuat percaya. Sampai ke notaris buat akta jual beli rumah saya. Tapi ternyata, uangnya tidak ada dan tak pernah dibayarkan,” ungkapnya.

Kapolsek Leces Iptu A. Ghandi saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan berupa gelang emas milik korban. Setelah diselidiki, ternyata pelaku (Dwi) berhasil diamankan Polsek Pasirian Lumajang, atas kasus serupa.

”Di Pasirian Lumajang, pelaku ini berusaha menipu korban dengan meminta uang Rp 1,9 juta. modusnya mengaku punya uang banyak, bisnisman dan punya tambang,” teranngya.

Atas terungkapnya kasus itu, kata Kapolsek, pihaknya masih kembangkan kasusnya. Sebab, tidak menutup kemungkinan ada korban-korban lain atas aksi penipuan pelaku. Selam ini hasil kejahatan digunakan untuk foya-foya oleh pelaku. Pelaku biasa tidur di hotel, dan ke tempat hiburan karaoke.

Dwi Retno akan dijerat dengan pasal 378 KUHP dan atau 372 tentang penipuan dan penggelapan. ”Gelang emas milik korban sudah dijual oleh pelaku dengan harga Rp 3 juta. Barang bukti diamankan, surat-surat emas dan perhiasan cinin dan kalung dari tangan pelaku,” terangnya. (mas/fun)