Bangun RS Anyar, Pemkot Probolinggo Siapkan Rp 30 M dari APBD 2020

KANIGARAN – Pemkot Probolinggo semakin serius untuk mempersiapkan pembangunan rumah sakit anyar. Termasuk memenuhi persyaratan pembangunan dengan mulai menganggarkan dalam APBD. Pemkot berencana mengalokasikan anggaran Rp 25 miliar sampai Rp 30 miliar dalam APBD 2020.

Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri mengatakan, mekanisme untuk mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan rumah sakit memang harus didahului dengan membangun menggunakan APBD. Itu, merupakan bentuk keseriusan Pemkot untuk membangun rumah sakit baru. “Untuk tahap awal pembangunan rumah sakit ini, kami mengganggarkan Rp 25 sampai Rp 30 miliar,” ujarnya.

Anggaran puluhan miliar rupiah itu akan digunakan untuk membangun rumah sakit tipe C. Namun, perencanaannya bisa sampai tipe B maupun tipe A atau rumah sakit pendidikan. “Mekanisme ini sudah disampaikan oleh tim Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur,” ujarnya usai rapat paripurna di DPRD Kota Probolinggo, Selasa (25/6) malam.

Dalam paripurna itu, Moch. Soufis Subri sempat menjelaskan jika pembangunan fisik rumah sakit baru itu akan dilakukan tahun depan. Namun, sejumlah persiapannya akan mulai digarap tahun ini. “Untuk tahun ini dilakukan penyusunan masterplan rumah sakit, Detail Engineering Design (DED), studi kelayakan, amdal lalin (analisis mengenai dampak lingkungan dan lalu lintas), dan UKL/UPL.

Rencananya, rumah sakit anyar ini akan dibangun di lahan seluas sekitar 3,8 hektare. Jauh lebih luas dibanding lahan RSUD dr. Mohamad Saleh yang hanya 1,1 hektare. Pembangunan dan peralatannya diperkirakan dibutuhkan anggaran sekitar Rp 400 miliar. “Untuk usulan pendanaan ke Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat sebesar Rp 551.561.450.110,” ujar Subri.

Menurutnya, rumah sakit yang akan dibangun merupakan rumah sakit tumbuh yang diawali dari tipe C. Sebagai tahap awal, anggarannya bersumber dari APBD dan pengembangannya dari anggaran Pemeritah Pusat melalui DAK. Harapannya, rumah sakit baru ini akan menjadi rumah sakit praktik untuk dokter-dokter muda dan penelitian kesehatan bagi dokter. “Rumah sakit ini didesain menjadi rumah sakit pendidikan. Hal itu sejalan dengan adanya DAK penugasan yang sudah diterima tahun 2019,” ujarnya. (put/rud)