Tabrak Tiga Kendaraan, Sopir Truk asal Banyuanyar Dimassa

BANYUANYAR-Nurul, 35, warga Dusun Kramat, Desa Alassapi, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, Rabu (26/6) jadi bulan-bulanan warga. Itu setelah truk yang dikemudikannya menabrak tiga kendaraan.

Kecelakaan itu sendiri bermula saat pelaku menyopiri truk nopol N 8385 NW sekitar pukul 11.00. Ia melaju dari arah Desa Klenang atau dari utara ke selatan.

Tiba-tiba, truk berwarna merah itu menabrak sebuah mobil Avanza nopol B 2647 PFA yang sedang parkir di pinggir jalan. Avanza itu milik Triyono, 47, warga Desa Sukodadi, Kecamatan Paiton.

Diduga ketakutan, Nurul bukannya berhenti. Dia malah terus memacu truk ke arah Desa Gading Kulon. Mendekati perbatasan, ia malah menyerempet motor yang ditumpangi seorang wanita dan anaknya. Beruntung, mereka tidak luka parah.

DIAMANKAN: Truk yang dikendarai korban yang menabrak tiga kendaraan. (Mokhammad Rosyidi/ Radar Bromo)

Kamal, seorang warga setempat mengatakan, truk tetap melaju meski sudah menyerempet motor. Bahkan, sempat menyenggol kendaraan lain. Beruntung, senggolan itu juga tidak menyebabkan korban jiwa. “Tidak ada yang meninggal. Hanya mengalami luka-luka saja dan tidak fatal,” terangnya.

Karena dinilai membahayakan, warga setempat pun mengejar truk yang dikemudian Nurul. Ia dikejar hingga masuk  Desa Gading Kulon, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo. Tepat di depan balai desa, warga berhasil menghadang Nurul. “Sopirnya langsung dikeluarkan dan langsung diamuk oleh warga yang kesal,” ungkapnya.

Beruntung, petugas Polsek Banyuanyar datang ke lokasi kejadian. Nurul pun diamankan dan langsung dilarikan ke RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk mendapat perawatan.

”Pelaku langsung kami amankan dan langsung kami bawa ke RSUD Waluyo Jati untuk dirawat karena luka-luka dimassa,” kata AKP M Dugel, kapolsek Banyuanyar.

Dugel memastikan, para korban yang tertabrak truk hanya mengalami luka ringan. “Karena ini kecelakaan, kami langsung menyerahkan pada pihak Lantas Polres Probolinggo,” paparnya.

Kanit Laka Lantas Polres Probolinggo Ipda I Nyoman Harayasa enggan memberikan keterangan atas kejadian itu. Menurutnya, keluarga para korban sepakat menyelesaikan masalah itu secara kekeluargaan. “Sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya melalui pesan singkat.

Terpisah, Wakil IGD RSUD Waluyo Jati Kraksaan Andi mengatakan, sopir truk tak bisa berbicara dengan baik saat diajak komunikasi. “Ada gangguan pada mentalnya. Kata keluarga dia baru sembuh dari sakit,” jelasnya. (sid/hn)