Sejak Tol Pandaan-Malang Dibuka, Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan Sepi

PANDAAN – Imbas keberadaan jalan tol Pandaan-Malang tak hanya dirasakan sejumlah rumah makan dan SPBU di wilayah barat hingga selatan Kabupaten Pasuruan. Sejumlah pedagang di kompleks Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan pun mengeluhkan pengunjung yang kian berkurang.

JALUR BEBAS HAMBATAN: Tol Pandaan-Malang mulai dioperasionalkan sebelum Lebaran. Keberadaan tol dinilai berimbas pada sepinya pasar wisata Cheng Hoo Pandaan. (Dok. Radar Bromo)

Keluhan itu seperti yang disuarakan oleh Hadi, pedagang di kios buah. Penurunan pengunjung dirasakannya sejak ruas tol Pandaan-Malang beroperasi.

“Sekarang pengunjung dan pembeli di pasar wisata ini menurun drastis. Ya, imbas beroperasinya ruas jalan tol Pandaan – Malang. Apalagi tarifnya masih gratis. Penurunannya sekitar 30-40 persen, Mas,” kata Hadi.

Dengan kondisi itu, omzet pedagang sejak selepas Lebaran pun menurun drastis. Lantaran itu, saat ini banyak pedagang yang memilih hanya berjualan mulai sore hingga malam hari saja.

“Sebab, mulai ramai pengunjung pada sore dan malam hari. Itu pun tidak seberapa banyak dibandingkan sebelum tol Pandaan–Malang beroperasi. Untuk rombongan wisatawan, tiap harinya ada. Tapi, jumlahnya hanya belasan bus saja. Tidak sampai puluhan, seperti dulu,” cetusnya.

Sementara itu, Kabid Industri pada Disperindag Kabupaten Pasuruan Heru Hermadi mengakui, kondisi itu tak bisa dihindari. “Pengunjungnya memang menurun. Ya, imbas dari operasional tol Pandaan–Malang. Tapi, persentasenya tak banyak. Hanya sekian persen saja. Kami optimistis pasar ini tetap menjadi jujukan para wisatawan,” jelasnya. (zal/mie)