Pengacara Terdakwa Tak Hadir, Sidang Pemerkosaan Bergilir Ditunda

PANGGUNGREJO – Sidang kasus pemerkosaan yang menimpa Bunga (bukan nama sebenarnya) urung dilaksanakan Selasa (25/6). Pasalnya, dalam agenda persidagangan perdana, Dyt yang menjadi terdakwa tidak didampingi oleh penasihat hukum (PH). Alhasil, sidang harus ditunda.

Agenda persidangan ini dilaksanakan secara tertutup sekitar pukul 12.30 di ruang sidang anak Pengadilan Negeri (PN) Pasuruan. Selama persidangan ini, pelaku, Dyt didamping oleh orang tuanya, sementara orang tua Bunga menunggu di luar ruang sidang.

Selain itu, turut hadir pula dalam persidangan ini perwakilan dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kota Malang dan perwakilan dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Pasuruan.

Humas PN Pasuruan, Rahmat Dahlan mengungkapkan penundaan ini dilakukan karena PH tidak hadir dalam persidangan. Padahal jika merujuk pada UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, pelaku yang masih berusia belum dewasa, harus didampingi penasihat hukum selama proses persidangan.

“Persidangan ditunda besok (hari ini) dengan agenda pembacaan dakwaan. Insya Allah, sidang bakal dimulai sekitar pukul 10.30. Sebab, PH nya, Sudiono tidak datang,”ungkapnya.

Sementara itu, Sudiono selaku PH terdakwa ketidakhadirannya dalam persidangan kemaarin lantaran dia sakit. “Saya masih belum membaca surat dakwaan dari jaksa penuntut umum (JPU). Jadi saya belum bisa berkomentar dulu,” jelas Sudiono dalam pesan pendek pada Jawa Pos Radar Bromo.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus ini dialami oleh Bunga saat bulan Ramadan lalu. Dia diajak Dyt, namun kemudian diperkosa di sebuah lagan di Sungu Wetan. Selain Dyt, keempat kawannya juga menggilir Bunga. (riz/fun)