Pemuda asal Jl Wali Kota Gatot Kena DBD, Warga Minta Fogging

KANIGARAN – Memasuki kemarau bukan berarti aman dari demam berdarah dengue (DBD). Dika Dewantara, 25, warga Jalan Wali Kota Gatot, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, harus dilarikan ke rumah sakit. Dia dinyatakan positif terserang DBD.

Murni, orang tua Dika mengatakan, anaknya deman tinggi sejak Selasa (18/6). Dokter yang memeriksanya menyarankan agar dibawa ke rumah sakit. Namun, karena Dika masih bisa makan dan minum obat, perawatan dilakukan di rumahnya.

Keesokan harinya badannya mulai menggigil. Sehingga, dilakukan pemeriksaan ke laboratorium kesehatan. “Setelah hasilnya diketahui, semuanya normal. Hanya saja, trombositnya sangat rendah, yakni tertera 21,” ujarnya.

Karenanya, Sabu (22/6) sekitar pukul 12.00, Dika dilarikan ke Rumah Sakit Wonolangan, Kecamatan Dringu. Saat itu, Dika menghabiskan 5 kantong darah. Syukur, kini sudah mulai membaik. “Saat itu kondisinya dibilang kritis. Bahkan, ketika sudah menghabiskan lima kantong darah, trombositnya masih lama yang mau naik,” ujarnya.

Mendapati itu, pemerintah melakukan fogging di lingkungannya. Ia mengaku, juga sudah menyampaikan keinginannya ini melalui anggota DPRD. “Di sekitar daerah saya saat pileg (pemilihan legislatif) juga ada warga yang meninggal akibat DBD. Karena ribet, akhirnya saya tidak mengusulkan ke dinas terkait untuk di-fogging,” ujarnya.

Bidang Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo Mujiono mengatakan, pengasapan atau fogging dilakukan berdasarkan hasil penilaian tim penyuluh. Sebab, fogging tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebab, dapat memperkebal nyamuk dan membahayakan manusia.

Menurutnya, fogging dilakukan berdasarkan pertimbangan yang sangat selektif. “Minimal ada penderita lain dan penderita panas yang tidak diketahui penyebabnya. Serta, adanya jentik di lingkungan. Termasuk kapan kejadian dan lain sebagainya. Nanti kami simpulkan,” ujarnya.

Jika kesimpulannya memerlukan fogging, maka timnya akan segera melakukan fogging. Jika tidak, maka akan dilakukan pemberantasan dengan cara 3M-plus. Yakni, menutup tempat penampungan air, menguras dan menyikat bak mandi, dan mengubur barang bekas yang memungkinkan terjadi genangan air. (rpd/rud)