Pemasangan Markah di Jalan Suroyo Tunggu Lelang

KANIGARAN – Tidak adanya markah jalan di ruas Jalan Suroyo, Kota Probolinggo, tepatnya di depan SDN Tisnonegaran I, menjadi perhatian warga. Tidak adanya rambu-rambu lalu lintas ini, dinilai membuat jalan ini rawan terjadi kecelakaan lalu lintas. Terutama, karena banyak aktivitas pelajar dan kendaraan yang melintas di ruas jalan ini.

“Biasanya saya pulang bersamaan dengan jam pulang anak SDN Tisnonegaran 1. Di sana ramai, tapi tidak ada markah jalan. Akibatnya, kendaraan yang belok dari Jalan Panglima Sudirman maupun yang berhenti di traffic light tidak ada pembatasnya,” ujar seorang pengendara asal Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Lilis Suharyanti, 30.

Perempuan yang setiap hari bekerja di Kota Probolinggo ini mengatakan, jika ada markah jalan di Pertigaan Jalan Suroyo, kendaraan yang berhenti di traffic light tidak terlalu ke tengah. “Mereka akan berhenti di jalur kiri. Kalau di tengah rawan tabrakan dengan kendaraan yang dari Jalan Panglima Sudirman. Sudah ada yang pernah serempetan di sana,” ujarnya.

Tidak adanya markah jalan di Jalan Suroyo, dibenarkan oleh Dinas Perhubungan Kota probolinggo. Rencananya, jalan ini akan dilengkapi markah jalan tahun ini. “Memang di Jalan Suroyo belum terpasang markah jalan. Karena baru selesai diaspal pada 2018,” ujar Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Kota Probolinggo, Purwanto.

Menurutnya, paling tidak dibutuhkan waktu tiga bulan untuk proses pengeringan jalan sebelum dipasang markah jalan. Jika jalan tidak diberi waktu cukup untuk proses pengeringan sebelum dipasang markah, dikhawatirkan tidak akan melekat.

“Rencananya tahun ini ada pemasangan markah jalan. Salah satu lokasinya di Jalan Suroyo,” ujar Purwanto. Ia mengaku, telah memasukkan lelang proyek pemasangan markah jalan. Dan, kini masih diproses di Unit Layanan Pengadaan (ULP). (put/rud)