Pekerjakan Perempuan ke Luar Negeri Diam-Diam, Warga Gending Ditangkap

PAJARAKAN – Malam itu di bulan April 2014 adalah malam terakhir bagi pasutri Sukandi-Susiyati bertemu putrinya, Intan Kandiyati, 26. Saat itu, Intan pamit keluar rumah untuk membeli kue. Namun, hingga lima tahun berlalu, Intan tidak pulang ke rumahnya.

Diduga, Intan yang tinggal di Desa Condong, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, itu jadi korban tindak kriminal perdagangan manusia atau human trafficking. Polres Probolinggo pun menangkap pelakunya, Rudiyanto, 40, warga Desa Randupitu, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Dia diamankan petugas Tim Buser dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Probolinggo. Tersangka diamankan Senin (17/6) pukul 20.00 di Alun-alun Sidoarjo. Selanjutnya, dia dibawa ke Mapolres Probolinggo untuk dimintai keterangan.

Tersangka ditangkap setelah orang tua korban melaporkan tidak pulangnya korban pada Polres Probolinggo, Kamis (13/6). Diduga, tersangka memberangkatkan korban bekerja ke Malaysia. Sehingga, korban tidak pulang hingga saat ini.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Riyanto menjelaskan, tersangka merupakan pihak yang pertama kali menawarkan pekerjaan terhadap korban. “Pelaku yang ngajak korban kerja keluar daerah,” kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Peristiwa itu menurutnya, bermula pada suatu malam di bulan April 2014. Sekira pukul 18.00, korban berpamitan kepada orang tuanya untuk membeli kue.

Namun, korban tidak menjelaskan hendak membeli kue ke mana. Yang jelas, terakhir kali korban keluar rumah pamitnya untuk membeli kue.

“Yang dipamiti ibunya yaitu Susiyati, 48. Korban keluar pukul 18.00. Namun, malam itu ditunggu sampai pukul 22.00, korban tidak pulang ke rumah,” tambahnya.

Hingga keesokan harinya, korban tidak kunjung pulang. Karena itu, Sukandi, ayah korban berusaha mencari keberadaan putrinya itu.

Saat bingung mencari itu, orang tua korban mendapat kabar bahwa putrinya bekerja di Surabaya. Kabar itu didapat dari Sih, tetangganya.

Meskipun telah ada kabar bahwa korban bekerja di Surabaya, namun orang tua korban tidak puas. Sehingga, selang tiga bulan kemudian, orang tua korban kembali bertanya pada Sih tentang keberadaan putrinya.

Dari keterangan Sih, diketahui ternyata korban sudah pindah tempat kerja ke Batam. Namun, perjalanan korban ternyata tak berhenti sampai di situ.

Lima bulan kemudian, orang tua korban mendengar kabar bahwa korban pindah tempat kerja lagi. Kali ini ke Malaysia. Ia diberangkatkan oleh Rudiyanto.

Karena itulah, orang tua korban kemudian mencari tahu alamat Rudiyanto. Setelah alamat didapat, mereka mendatangi Rudiyanto.

Pada Rudiyanto, orang tua korban menanyakan kondisi korban. Bekerja di mana dan pekerjaan apa yang dilakoni sang anak. Namun, ternyata Rudiyanto tidak bisa menjawab dengan jelas pertanyaan orang tua korban.

Tidak puas dengan jawaban pelaku, orang tua korban pun melaporkan kejadian itu ke Polres Probolinggo. Mendapatkan laporan tersebut, pihak kepolisian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya bisa mengamankan pelaku di Sidoarjo.

Namun, korban sendiri hingga saat ini tidak diketahui kabarnya. “Untuk korban hingga saat ini belum diketahui keberadaannya. Kami masih melacak keberadaan korban. Info terakhir dibawa ke Malaysia,” ujarnya. (sid/hn)