PAD dari Tambak Ikan Probolinggo Minim, Ini Usul Dewan

MAYANGAN – Salah satu sumber pendapatan asli daerah (PAD) Pemkot Probolinggo adalah tambak ikan yang dikelola Dinas Perikanan. Namun, sejauh ini pendapatannya dinilai kurang maksimal. Karenanya, Dinas Perikanan diharapkan tak menyewakan tambak di Jalan Lingkar Utara Kecamatan Mayangan, itu.

Dari data Dinas Perikanan Kota Probolinggo, PAD tambak yang masuk ke rekening penjualan hasil perikanan pada 2018 ditarget memperoleh Rp 230.000.000. Syukur, realisasinya mencapai Rp 252.302.704. Namun, perolehan ini dinilai masih terlalu kecil. Sebab, keberadaannya bisa dimaksimalkan.

Anggota Komisi B DPRD Kota Probolinggo Sri Wahyuningsih membenarkan kecilnya PAD dari tambak perikanan. Menurutnya, untuk meningkatkan PAD-nya, politisi Demokrat ini mengusulkan tambak tidak dipihak ketigakan.

“Secara pribadi saya mengusulkan lewat komisi agar tambak perikanan tidak lagi dikontrakkan dengan tenggat waktu lima tahunan. Ya, maksimal satu tahun saja. Harapannya, bisa dikelola sendiri oleh Dinas Perikanan,” ujarnya.

Namun, kata Sri, usulan itu tidak dilakukan dan masih tetap disewakan dengan jangka waktu lima tahun. Menurutnya, seharusnya Pemkot bisa menjadikan tambak perikanan sebagai pilot project untuk memaksimalkan pengelolaan tambak perikanan.

Soal anggaran untuk mengelolanya, Sri justru tidak mempermasalahkannya. Selama bisa dimaksimalkan dan bermanfaat untuk masyarakat umum. “Masalah anggaran pengembangan tambak perikanan tidak masalah. Dinas Perikanan harus lebih bisa berinovasi, sehingga besar manfaatnya untuk masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Perikanan Kota Probolinggo Sudiman juga mengakui jika PAD dari tambak perikanan relatif kecil. Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk mengoptimalkannya. Tapi, sejauh ini yang bisa dilakukan menggandeng pihak ke tiga dengan menyewakan beberapa petak tambak sebagai tambak udang.

Sudiman mengatakan, menyewakan beberapa petak tambak perikanan sudah dijalani sejak belasan tahun. Sementara untuk beberapa petak lainnya masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Hanya petak yang berukuran besar kadang digunakan jika ada kegiatan lomba memancing.

“Kolam yang berukuran besar biasanya kami isi dengan budi daya ikan lele. Untuk meningkatkan PAD, Dinas Perikanan menggelar event lomba memancing untuk masyarakat umum,” ujarnya. (rpd/rud)