Korban Ledakan Mercon di SDN Banyuanyar Lor 1 Jadi Tersangka

PAJARAKAN – Burhanuddin, korban ledakan mercon resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Probolinggo. Penjaga sekolah yang berstatus honorer di SDN Banyuanyar Lor 1 itu, ditetapkan tersangka karena terbukti memiliki dan menyimpan bahan peledak.

Status tersangka pada Burhanuddin ditetapkan setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan atas kasus meledaknya mercon di rumah dinas (rumdin) SDN Banyuanyar Lor 1, Sabtu (22/6). Mulai olah TKP, hingga pemeriksaan sejumlah saksi.

“Kami telah melakukan olah TKP. Kami juga meminta keterangan beberapa saksi yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian,” terang AKP Riyanto, kasat Reskrim Polres Probolinggo, Selasa (25/6) siang.

Dari situ, petugas menetapkan warga Banyuanyar Lor, Kecamatan Gending, itu sebagai tersangka. Sebab, dia terbukti memiliki dan menyimpan bahan peledak. Selain itu, ia juga merakit sendiri mercon yang hendak digunakan untuk kegiatan kawinan saudaranya itu. “Ancaman hukumannya sampai 20 tahun penjara,” tandasnya.

Meskipun ditetapkan sebagai tersangka, petugas belum menahan Burhanuddin. Sebab, hingga Selasa (25/6) kondisinya belum membaik. Bapak satu anak itu masih dirawat di RSUD Waluyo Jati Kraksaan karena terkena ledakan dari mercon yang dirakitnya sendiri.

“Belum menahan. Memintai keterangan pun belum kami lakukan. Ia (korban sekaligus tersangka) kan masih dalam penangan medis,” terangnya.

Sementara itu, kerusakan rumdin SDN Banyuanyar Lor 1 akibat ledakan mercon yang dibuat tersangka, diperkirakan mencapai Rp 25 juta – Rp 30 juta. Hitungan kerugian itu didasarkan pada kondisi fisik bangunan yang sudah tua.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Dewi Korina menjelaskan, rumdin SDN Banyuanyar Lor 1 itu dibangun pada 1981. Rumdin dibangun dengan menggunakan dana Inpres.

Dispendik menurutnya, sudah ke lokasi untuk melihat kerusakan rumdin setelah terkena ledakan mercon. Juga untuk menghitung kerugian atas kerusakan itu.

“Bangunannya memang sudah lama. Kemaarin sudah dicek ke lokasi. Dan kerugiannya ditaksir sekitar Rp 25 juta sampai Rp 30 juta,” ujarnya.

Ke depan, menurut Dewi, pihaknya akan melakukan perbaikan total pada bangunan itu. Pihaknya pun telah menghitung anggaran perbaikan.

“Selain menghitung kerugian, kami juga menghitung anggaran perbaikan. Jadi, kami telah menyiapkan dana untuk segera kami ajukan,” ungkapnya.

Berdasarkan hitungan yang sudah dilakukan, dipekirakan butuh anggaran Rp 100 juta untuk perbaikan rumdin itu. Rencananya dana tersebut akan diajukan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2019.

Harapannya, rumdin bisa segera diperbaiki dan selanjutnya segera bisa ditempati kembali. “Sekitaran itu anggarannya. Semoga bisa disetujui,” ungkapnya.

Diketahui, mercon meledak di rumah dinas SDN Banyuanyar Lor 1, Gending, pada Sabtu (22/6). Akibatnya, rumah dinas itu rusak parah.

Mercon itu sendiri dibuat Burhanuddin, honorer penjaga sekolah setempat untuk kawinan saudaranya. Diduga karena membuat dengan memakai obeng, mercon pun meledak.

Burhanuddin pun luka parah. Terutama kelingking tangan kirinya. Sementara istri dan seorang anaknya yang sedang tidur di kamar lain, selamat. (sid/hn)