Hari Ini Terakhir Perpanjangan PPDB, di Kabupaten Pasuruan Masih Kurang 619 Siswa

ANTAR ANAK: Calon siswa dan orangtuanya, melakukan daftar ulang di SMAN 2 Pasuruan. Sampai hari terakhir, pagu di Kota Pasuruan sudah tercukupi, namun di Kabupaten Pasuruan belum. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

POHJENTREK – Hingga Selasa (25/6), masih ada 10 SMA/SMK negeri di Kabupaten Pasuruan yang pagu siswanya belum terpenuhi. Total, kekurangan pagu di 10 sekolah ini mencapai 619 siswa.

Karena itu, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memberikan waktu dua hari pada sekolah untuk memenuhi pagu yang kurang. Yaitu, Selasa (25/6) dan Rabu (26/6).

Hal tersebut diungkapkan Indah Yudiani, kepala cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Pasuruan dan Kota Pasuruan. Indah mengatakan, Selasa (25/6) menjadi batas akhir daftar ulang bagi calon siswa yang sudah diterima pada pendaftaran PPDB SMAN/SMKN.

“Kami masih nunggu lagi data daftar ulang. Sebab, masih ada kemungkinan calon siswa yang diterima tidak daftar ulang. Sehingga, bisa menambah pagu yang masih kurang di sekolah,” terangnya.

Memang, angkanya diprediksi tidak banyak. Bisa mencapai satu atau dua siswa. Namun, tetap ada kemungkinan siswa tidak daftar ulang karena memilih ke pondok pesantren.

Mulai Selasa, dibuka perpanjangan pendaftaran PPDB SMAN/SMKN di Kabupaten Pasuruan. Sebab, ada 10 SMAN/SMKN di kabupaten yang belum memenuhi pagu.

Sementara di Kota Pasuruan, pagu SMAN/SMKN sudah terpenuhi 100 persen. Sehingga, di Kota Pasuruan tidak ada lagi perpanjangan pendaftaran.

Di Kabupaten Pasuruan, menurut Indah, persentase pagu yang terisi mencapai 91,3 persen di 8 SMAN dan 14 SMKN. Dari jumlah itu, masih ada 4 SMAN yang pagunya kurang.

Yaitu, SMAN 1 Kejayan, SMAN 1 Gondangwetan, SMAN 1 Tosari, dan SMAN 1 Lumbang. Di empat SMAN ini, total kekurangan pagu mencapai 341.

Sedangkan untuk SMK, ada 6 SMKN yang beberapa jurusannya masih kekurangan murid. Di enam SMKN itu, kekurangan pagu mencapai 278. Dengan demikian, total kekurangan pagu di 10 SMAN/SMKN di Kabupaten Pasuruan mencapai 619.

Untuk memenuhi pagu yang masih kurang, Cabdin sudah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah untuk membuka pendaftaran. Pendaftaran dibuka dua hari saja. Yaitu, mulai Selasa (25/6) sampai hari ini (26/6).

Yang berbeda, pemenuhan pagu ini dengan sistem offline. Yaitu, calon siswa bisa langsung mendaftar ke sekolah yang masih kekurangan murid.

“Jadi, untuk memenuhi pagu ini sistemnya offline. Calon siswa bisa langsung mendaftar ke sekolah dengan persyaratan administrasi seperti saat daftar online kemaarin,” terangnya.

Untuk pendaftaran lanjutan ini, tidak lagi ada zonasi sekolah. Sehingga, siswa di luar zonasi dapat mendaftar di sekolah yang dituju. Jika nanti pendaftar ternyata melebihi pagu yang tersisa, maka akan di-ranking berdasarkan nilai SKHUN.

Abdul Hamid, kepala SMAN 1 Kejayan membenarkan bahwa mulai kemaarin sampai hari ini, pihaknya membuka pendaftaran siswa lagi. Tujuannya, untuk memenuhi pagu. Sebab, di SMAN 1 Kejayan kekurangan pagu mencapai 217.

“Iya benar. Kami buka PPDB lagi sampai besok (hari ini) dan untuk pemenuhan pagu ini dikatakan memang tidak lagi melihat zonasi,” tuturnnya.

Abdul Hamid mengatakan, masih kurangnya siswa di Kejayan lantaran wilayahnya memang beririsan dengan Kota Pasuruan. Sehingga, kemungkinan banyak siswa yang memilih bersekolah di Kota Pasuruan atau ke SMAN 1 Purwosari yang satu zona sebelumnya. (eka/fun)