Gagal Bergabung Fraksi Gede, PPP Kota Probolinggo Merapat ke PKB

KANIGARAN – Rencana dua anggota DPRD Kota Probolinggo dari PPP untuk bergabung dengan Fraksi Gerindra-Demokrat (Gede), dipastikan batal. Kini, kedua politisi partai berlambang Kakbah itu merapat ke Fraksi PKB.

Bahkan, PPP sudah mengajukan pencabutan surat yang sebelumnya dilayangkan ke Fraksi Gede. “Anggota DPRD dari PPP sudah mengajukan pencabutan terhadap surat sebelumnya yang mengajukan penggabungan dengan Fraksi Gede. Kemudian, surat untuk bergabung ke fraksi baru sudah masuk ke Ketua (Ketua DPRD). Informasinya akan merapat ke Fraksi PKB,” ujar Wakil ketua I DPRD Kota Probolinggo Muchlas Kurniawan.

Disinggung mengenai ketidakhadiran anggota DPRD dari PPP dalam sejumlah agenda paripurna, Muchlas memastikan, bahwa mereka wajib hadir dalam agenda paripurna. “Meski belum tergabung dalam fraksi baru, tetap harus hadir dalam rapat paripurna. Karena keduanya merupakan anggota DPRD,” ujarnya.

Politisi Golkar ini menegaskan, bahwa tidak hadirnya kedua anggota dari PPP ini menjadi catatan bagi pimpinan DPRD untuk menindaklanjutinya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, dalam sejumlah agenda rapat paripurna DPRD, kedua anggota dari PPP tidak terlihat hadir. Seperti dalam rapat paripurna DPRD dengan agenda Penyampaian Nota Penjelasan Mengenai Raperda RPJMD dan Raperda Perampingan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal yang sama juga terjadi dalam rapat paripurna dengan Agenda Jawaban Eksekutif Terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018 pada Sabtu (22/6) pagi dan malam. Anggota DPRD dari PPP Robit Rijanto membenarkan rencana PPP bergabung dengan PKB.

Menurutnya, surat dari PKB ke pimpinan DPRD terkait penggabungan ini sudah masuk sejak Rabu (19/6) lalu. “Memang betul kami merapat ke PKB. Surat untuk penggabungan fraksi sudah masuk sejak Rabu lalu. Namun, belum pasti kapan akan dilakukan rapat paripurna pengesahan penggabungan fraksi,” ujar Robit.

Namun, kepastian ini hanya untuk penggabungan fraksi. Sedangkan, adanya perubahan di alat kelengkapan dewan (AKD) belum pasti. “Kalau di Banmus (Badan Musyawarah) atau komisi, Insyaallah tidak berubah. Namun, untuk di Badan Kehormatan (BK) biasanya ada pemilihan kembali. Apakah nanti surat dari Fraksi PKB akan mengubah komposisi di BK atau tidak, itu belum pasti,” ujarnya.

Fraksi PKB juga membenarkan rencana bergabungnya dua anggota DPRD dari PPP. “Betul. PPP setelah mencabut bergabung dengan Fraksi Gede, mengajukan permohonan bergabung dengan PKB,” ujar Ketua Fraksi PKB Ali Muhtar.

Kabar ini juga sudah sampai ke DPC PKB Kota Probolinggo. Ketua DPC PKB Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengaku, tidak keberatan dengan rencana bergabungnya PPP dalam Fraksi PKB. Menurutnya, proses persetujuan penggabungan dua anggota PPP itu telah dilakukan sejak seminggu lalu. “Surat dari Fraksi PKB sudah masuk. Tinggal menunggu paripurna,” ujarnya. (put/rud)