Duh, 50 Warga Binaan Rutan Bangil Terserang Gatal-Gatal

BANGIL – Kondisi Rutan Bangil yang “sesak” membuat penularan penyakit di rutan bisa menyebar cepat. Terutama penyakit kulit yang kini masih merebak di lingkungan setempat.

Kepala Rutan Bangil Wahyu Indarto mengaku, warga binaan di Rutan Bangil rentan terjangkit penyakit kulit atau gatal-gatal. Bahkan, puluhan warga binaan di Rutan Bangil saat ini dalam proses penyembuhan dari penyakit gatal-gatal itu.

“Banyak warga binaan kami yang terserang gatal-gatal. Ada kurang lebih 50 warga binaan yang menderita penyakit kulit tersebut,” ungkap Wahyu –sapaan akrabnya-.

Wahyu menambahkan, banyak faktor yang menjadi penyebab. Salah satunya, dipengaruhi lingkungan setempat yang relatif lembab. Terlebih lagi, dengan sesaknya hunian. Saat ini ada 537 warga binaan yang “menginap” di Rutan Bangil.

“Faktor lainnya, bisa dipengaruhi sarana yang digunakan warga binaan. Seperti handuk yang kerap tertukar atau bertukar antarwarga binaan,” jelasnya.

Meski begitu, diakui Wahyu kalau jumlah penderita gatal-gatal di Rutan Bangil relatif menurun. Sebelumnya, jumlahnya bisa mencapai 70 orang. Hal ini tak lepas dari upaya dalam meningkatkan kesadaran warga binaan dalam menjaga kebersihan.

“Kami terus melakukan sosialisasi kepada warga binaan agar menjaga kebersihan. Seperti dengan menjemur handuk agar tidak lembap. Sehingga, mengurangi risiko penularan penyakit kulit tersebut,” sambungnya.

Selain pencegahan, pengobatan juga dilakukan. Bentuknya dengan pemberian obat salep kepada warga binaan. (one/mie)