Duh, 30 KK Dirikan WC di Kali Banger Probolinggo

MAYANGAN – Problem sanitasi masih menjadi masalah di Kota Probolinggo. Salah satunya di Kali Banger. Di sungai sepanjang sekitar 1,8 kilometer yang membentang antara Kecamatan Kanigaran sampai Kecamatan Mayangan, ini banyak “helikopter”. Atau WC yang berdiri di atas sungai.

Kondisi di sekitar kali ini terlihat kumuh dengan banyaknya bangunan liar di atas kali. “Sosialisasi dan identifikasi di Kali Banger sudah dilakukan kepada masyarakat. Total kanan-kiri Kali Banger sepanjang 1,8 kilometer ada 265 kepala keluarga (KK),” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Budi Krisyanto.

Dari 265 KK itu, kata Budi, yang menggunakan “helikopter” sekitar 10 persen atau sekitar 30 KK. Helikopter ini merupakan WC semipermanen yang didirikan warga di atas kali.

Budi mengaku, telah melaporkan masalah ini kepada Wali Kota. Secara bertahap sosialisasi dilakukan kepada masyarakat dengan target sungai ini bisa bersih dari “helikopter”. “Target kami empat tahun bisa selesai. Lama, karena ada proses yang harus dilalui,” ujarnya.

Selain sosialisasi, ada tahapan appraisal untuk menilai bangunan semipermanen yang didirikan warga. “Itu hanya untuk bangunan ‘helikopter’ saja. Belum untuk bangunan di kanan-kiri Kali Banger,” ujarnya.

DLH juga menyiagakan 24 relawan Kali Banger. Relawan yang bertugas mengambil sampah dari Kali Banger ini diupah Rp 300 ribu per bulan. “Relawan ini merupakan warga sekitar. Harapannya, ada rasa kebersamaan untuk membersihkan lingkungannya,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri mengaku Kali Banger masih kumuh. Ini, tidak lepas dari kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya. “Pak Wali sudah mengambil beberapa langkah. Termasuk rencana pendataan warga sekitar Kali Banger. Pembersihan Kali Banger akan ada tim yang dibentuk khusus untuk memantau Kali Banger,” ujarnya. (put/rud)