Dana Kedaruratan Sudah Terserap Rp 500 Juta, Paling Banyak untuk Banjir-Longsor

BANGIL – Menjelang akhir semester pertama ini, dana kedaruratan yang digunakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencapai Rp 500 juta. Dana tersebut paling banyak untuk penanganan bencana banjir dan longsor pada musim hujan awal tahun ini.

Bakti Jati Permana, Kepala Badan Penganggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mengatakan bahwa penggunakan dana kedaruratan adalah untuk kegiatan yang sifatnya langsung ke masyarakat saat kebencanaan. Misalnya untuk pembuatan dapur umum, kegiatan pembersihan, pembangunan sandbag sampai pemberian terpal di lokasi bencana.

“Jadi, dana yang digunakan memang untuk kegiatan darurat dan langsung ke penanganan. Seperti pemenuhan kebutuhan dasar dulu seperti pembersihan, membuat dapur umum, sandbag sampai pembelian terpal,” terangnya.

Untuk semester pertama di tahun 2019 ini, memang paling banyak imbas bencana akibat musim hujan mulai dari banjir, longsor sampai angin puting beliung. Tercatat dari BPBD selama musim hujan awal tahun 2019 tercatat ada 61 titik bencana dengan rincian banjir di 8 Kecamatan, Longsor 20 kejadian dan 5 bencana puting beliung.

Dengan anggaran Rp 500 juta sampai semester 1 ini, kata Bakti, kurang lebih sama dengan anggaran di periode yang sama tahun lalu. Anggaran tersebut dikatakan untuk penanganan yang bersifat on the spot dan segera dilaksanakan untuk kebutuhan dasar.

Kendati sudah mencapai Rp 500 juta, jumlah ini memang sudah melebihi dari anggaran kebencanaan yang hanya Rp 200 juta. Namun karena anggaran untuk kebencanaan masuk ke anggaran tidak terduga, maka jika ada kebutuhan mendesak, BPBD akan berkoordinasi dengan pihak lain seperti rekanan dan dinas lain terkait dana tambahan baru diklaimkan ke Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan. (eka/fun)