Alun-alun Probolinggo Dikembalikan Jadi Hutan Kota, Dianggarkan Rp 6 M

MAYANGAN – Pemkot Probolinggo berencana melakukan revitalisasi Alun-Alun Kota Probolinggo. Revitalisasi yang bertujuan mengembalikan fungsi alun-alun menjadi hutan kota ini, dianggarkan Rp 6 miliar.

Sejauh ini, alun-alun selain menjadi ruang terbuka hijau, juga sering digunakan sebagai tempat upacara. Jika menjadi hutan kota, kegiatan upacara tidak lagi dilakukan di alun-alun.

“Ada rencana merevitalisasi alun-Alun agar kembali fungsinya sebagai hutan kota. Insyaallah, jika tidak ada halangan, revitalisasi dilakukan mulai Agustus. Sekarang sudah masuk tahapan lelang,” ujar Wakil Wali Kota Probolinggo Moch. Soufis Subri.

Subri membandingkan kondisi Alun-alun Kota Probolinggo dengan di daerah lain seperti Malang. Menurutnya, alun-alun di daerah lain tidak digunakan untuk kegiatan upacara. “Seperti kemaarin ada kegiatan upacara dilakukan di stadion, tidak lagi di alun-alun,” ujarnya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, tahapannya akan diawali dari revitalisasi alun-alun. Sedangkan, untuk tempat pedagang kaki lima akan dilakukan tahun depan. Berdasarkan informasi dari website LPSE Kota Probolinggo, proyek revitalisasi alun-alun ini dianggarkan Rp 6 miliar yang bersumber dari APBD 2019. (put/rud)