Tunggak Pajak, Belasan Reklame di Jalur Pantura Probolinggo Ditempel Stiker

SUMBERASIH – Badan Keuangan Daerah Kabupaten terus berupaya mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya, menarik retribusi pajak reklame. Bahkan, pekan lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo memberikan kesempatan untuk membayar tunggakan pajak reklame.

Namun sayang, ada sekitar 15 pajak reklame yang tak kunjung bayar tunggakan reklame. Alhasil, Pemkab Probolinggo memberi tindakan peringatan dengan memasang stiker pada reklame tersebut. Stiker tersebut bertulisan belum lunasi pajak reklame. Tindakan itu sebagai bentuk sanksi moral pada pemilik reklame tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Santiyono melalui Kepala Bidang Pendapatan Susilo Isnadi. Saat dikonfirmasi, Susilo mengatakan, berbagai upaya untuk mendongkrak PAD, salah satunya dari sektor pajak reklame. Awalnya, BKD sudah memberikan peringatan dengan memberikan tenggang waktu. Supaya, pemilik reklame segera melunasi tunggakan pajak reklame tersebut.

”Kami sudah berikan kesempatan untuk lunasi tunggakan pajak reklame hingga 10 Juni lalu. Tapi ternyata masih ada saja yang bandel dan tidak melunasi,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo, Senin (24/6).

Kondisi itu dikatakan Susilo, membuatnya ambil sikap untuk pasang stiker pada reklame tersebut. Supaya ada beban moril pada pemilik reklame dan ssegera melunasi tunggakan pajak reklame tersebut. ”Ada 15 reklame yang nunggak dan kami pasang stiker. Semua ada di jalan pantura. Tunggakan itu, pajak tahun kemarin belum dibayar,” terangnya.

Disinggung soal realisasi capaian pajak reklame hingga saat ini? Susilo mengatakan, capaian pajak reklame hingga pekan kemarin sudah capai sekitar Rp 357 juta. Target pajak reklame di 2019 sekitar Rp 750 juta. ”Kalau capaian pajak reklame sudah capai sekitar Rp 357 juta. Sudah sesuai target hingga bulan ini,” terangnya. (mas/fun)