Sudah Sebulan Desa Cukurguling Kesulitan Air, BPBD Tegaskan Terjadi Penurunan Debit

SUDAH SEBULAN: Sudah sebulan warga di Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, kesulitan air bersih. Mereka pun harus antre air bersih di malam hari. Sebab, air hanya keluar saat malam hari, yaitu pukul 19.00 sampai subuh. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

LUMBANG – Sudah satu bulan ini warga Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, kesulitan air bersih. Namun, BPBD kabupaten setempat menegaskan, belum terjadi kekeringan di Kabupaten Pasuruan. Yang ada yaitu, penurunan debit air.

Namun, BPBD memang terus memantau debit air di daerah, Bahkan, rencananya akan dilakukan lagi assessment di awal Juli. Assessment akan dilakukan lagi karena BMKG menginformasikan bahwa bulan Juni ini merupakan hari tanpa hujan yang panjang atau musim kemarau. Bahkan, BMKG menyebut, pada puncak kemarau yang diprediksi bulan Agustus, akan terjadi hari tanpa hujan yang ekstrem.

“Karena itu, sejak pertengahan Juni kami sudah lakukan assessment dengan dinas terkait. Hasilnya, sampai saat ini belum terjadi kekeringan sampai benar-benar sulit air di Kabupaten Pasuruan. Yang ada yaitu penurunan debit air,” terang Bakti Jati Permana, kepala BPBD Kabupaten Pasuruan.

Bakti menegaskan, bencana kekeringan mempunyai kriteria khusus. Artinya, tidak semua daerah bisa disebut dipastikan mengalami kekeringan.

Disebut kekeringan jika, warga suatu daerah benar-benar sulit mendapatkan air bersih. Sehingga, perlu mendapat kiriman air bersih.

Namun, menurutnya, biasanya bencana kekeringan ini tidak sampai menyeluruh di satu desa. “Biasanya di satu dusun atau beberapa dusun dalam sebuah desa. Nah, dusun yang benar-benar sulit air bersih ini nantinya kami kirimi air bersih,” terangnya.

Di kabupaten sendiri, menurut Bakti, sampai akhir Juni belum ada permintaan air bersih dari daerah. Ini, didasarkan pada pantauan dan koordinasi BPBD dengan desa dan kecamatan.

Biasanya, daerah yang paling awal terimbas kekeringan adalah Desa Cukurguling, selanjutnya Desa Lumbang, Karangjati, Karangasem, dan Watulumbung. Semuanya di Kecamatan Lumbang.

“Karena itulah, awal Juli mendatang kami akan lakukan assessment lagi untuk memantau apakah ada daerah yang sudah tidak ada air bersih. Sehingga, perlu dikirim air bersih,” terangnya.

BPBD sendiri mencatat, tahun ini desa yang berpotensi rawan kekeringan tetap berjumlah 23 yang tersebar di 7 kecamatan. Nantinya untuk pengiriman air bersih, BPBD Kabupaten Pasuruan akan berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya dan Kawasan Pemukiman, Dinas Sosial, PMI, dan CSR perusahaan.

Sementara itu, wartawan Jawa Pos Radar Bromo mendatangi Dusun Banyuputih, Desa Cukurguling, Kecamatan Lumbang, Senin (24/6). Darso, 35, warga dusun setempat menyebut, sudah sebulan warga sekitar kesulitan air bersih.

Warga, termasuk dirinya pun harus antre air bersih tiap hari. Sumber air di desa ini berasal dari sumber Madakaripura, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo.

Di sejumlah tandon air di desa ini, warga antre air bersih menggunakan jeriken. Alhasil, puluhan jeriken milik warga pun berjejer.

Warga yang sabar, bertahan menunggu air penuh di jeriken. Sementara yang lain, meninggalkan jeriken-jeriken itu, sampai air di tandon keluar lancar.

Air biasanya lancar keluar dari sumber saat malam hari. Yakni, antara pukul 19.00 sampai subuh. Jadi, warga bergantian tidur untuk antre air.

Darso yang tinggal berdua dengan istrinya mengaku, setiap hari butuh 4 jeriken air bersih ukuran 30 liter. Warga yang punya ternak sapi menurutnya, malah butuh air lebih banyak lagi. Sebab, seekor sapi saja, butuh rata-rata empat jeriken air bersih. Karena itu, warga berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah setempat.

“Biasanya air dari sumber di Madakaripura, Kabupaten Probolinggo, cukup deras. Tapi sekarang hanya keluar malam hari antara pukul 19.00 sampai subuh. Jadi, warga bergantian untuk antre ambil air di malam hari,” terangnya.

Dengan kondisi air yang mulai menipis, warga pun kesulitan. Sebab, air tidak hanya dibutuhkan untuk makan dan minum. Namun, juga untuk ternak sapi. (eka/fun)