Sekolah Negeri di Probolinggo Kurang 1.276 Siswa, Jika Belum Penuhi Pagu Boleh Buka Pendaftaran

PROBOLINGGO – Tahapan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Probolinggo sudah memasuki daftar ulang sejak Senin (24/6). Sejauh ini, masih banyak sekolah yang belum memenuhi pagu.

Kondisi ini memunculkan kebijakan khusus. Yaitu, membolehkan sekolah yang belum memenuhi pagu untuk tetap membuka pendaftaran.

Pendaftaran dilakukan melalui jalur offline, sampai tahun ajaran 2019-2020 dimulai. Atau sampai terpenuhinya jumlah anak didik sesuai pagu. Kebijakan ini berlaku baik di sekolah negeri yang ada di Kabupaten maupun Kota Probolinggo.

Penegasan ini disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kota/Kabupaten Probolinggo Kresna Herlambang. Kresna menegaskan, lembaga SMA/SMK negeri yang belum memenuhi pagu, diperbolehkan menerima anak didik baru. Hingga terpenuhinya jumlah anak didik sesuai pagu.

”Yang belum memenuhi pagu, jumlah peserta didik barunya ya silakan penuhi sesuai pagu. Paling tidak sampai tahun ajaran baru dimulai,” katanya.

Faktanya di lapangan, memang masih banyak SMAN/SMKN yang jumlah muridnya belum memenuhi pagu. Bahkan, total ada 23 lembaga yang belum memenuhi pagu di Kabupaten Probolinggo.

Untuk tingkat SMA Negeri, hanya dua lembaga yang memenuhi pagu selama pendaftaran PPDB 2019 dibuka. Yaitu, SMAN 1 Kraksaan dan SMAN 1 Gending. Sedangkan di tingkatkan SMKN, ada tiga lembaga yang sudah memenuhi pagu. Yaitu, SMKN 1 dan 2 Kraksaan dan SMKN 1 Banyuanyar. Selebihnya, 15 SMA Negeri dan 8 SMK Negeri di Kabupaten Probolinggo belum penuhi pagu.

Dari 23 SMAN/SMKN yang belum memenuhi pagu itu, dibutukan total 1.276 anak didik baru untuk memenuhi pagu. Dengan rincian, kekurangan di 8 SMKN mencapai 406 siswa. Dan di SMAN, kekurangan peserta didik mencapai 870 anak.

Kresno saat dikonfirmasi tidak menampik masih banyaknya lembaga SMAN/SMKN di Kabupaten Probolinggo yang belum memenuhi pagu. Oleh karena itu, hasil koordinasi internalnya memperbolehkan sekolah menerima peserta didik baru sampai terpenuhi pagu. Sebab, jika pagu tidak dipenuhi, akan berdampak pada guru. Guru menurutnya akan kekurangan jam mengajar.

”Jika guru sampai kekurangan jam mengajar, dampaknya pada tunjangan tenaga pendidik. Mereka tidak bisa dapat tunjangan jika tidak memenuhi jam mengajarnya,” terangnya.

Kresna pun optimistis kebijakan itu tidak mengganggu pendaftaran PPDB di lembaga swasta. Sebab, daya tampung SMA/SMK negeri dan swasta di Kota/Kabupaten Probolinggo mencapai 21 ribu. Sementara lulusan SMP/MTs tidak sampai 21 ribu.

Rinciannya, di Kabupaten Probolinggo, lulusan SMP/MTs mencapai 16.078 siswa. Sedangkan di kota ada 4.463 siswa. Sedangkan daya tampung sesuai pagu yang telah diumumkan, SMA Negeri di Kabupaten Probolinggo hanya 3.132 siswa dan 2.280 siswa untuk SMK Negeri.

”Sehingga, masih banyak siswa yang bisa masuk ke lembaga (SMA/SMK) swasta,” terangnya. (mas/fun)