Reviera Meylandri Putri Iswahyudi, Karateka Cilik yang Bertabur Prestasi Nasional

Usianya masih belia. Tahun ini, Reviera Meylandri Putri Iswahyudi genap berusia 13 tahun. Namun, prestasinya sebagai karateka cilik, sudah sampai tingkat nasional. Puluhan medali emas dan perak pun sudah diraihnya dari berbagai pertandingan.

————–

Namanya Reviera Meylandri Putri Iswahyudi. Teman-temannya biasanya memanggil Meyla. Anak pertama dari pasangan Heri Iswahyudi dan Amaliah itu tertarik dengan olahraga bela diri karate sejak masih kelas 3 SD.

BANGGA: Reviera Meylandri saat menerima penghargaan. (Dok. Pribadi)

“Sejak kecil dia memang tomboi begini dan paling suka dengan olahraga. Ketertarikannya tidak hanya pada karate, tapi juga renang dan lari,” kata ayahnya, Heri Iswahyudi, mengenalkan sosok Meyla.

Dia sendiri tak mengerti alasan anak pertamanya itu gandrung dengan olahraga bela diri. Sebab, keluarganya tak ada yang punya latar belakang jadi atlet bela diri.

Hanya saja, istrinya, Amaliah sering menceritakan kisahnya di masa kecil kepada Meyla. Amaliah sering bercerita, saat masih remaja begitu berharap bisa menjadi karateka.

“Tapi, tidak boleh sama orang tua. Mungkin secara tidak langsung, harapan saya itu mengalir ke Meyla. Makanya saya sangat mendukung begitu dia ingin ikut karate,” sahut Amaliah.

Meyla sendiri, sibuk menunjukkan belasan medali emas dan piala yang diraihnya dari berbagai kejuaraan ketika Jawa Pos Radar Bromo mengunjungi rumahnya di Perumahan Gading Permai, Kota Pasuruan, Senin (24/6). Bukan itu saja, puluhan lembar piagam penghargaan juga tersimpan rapi di sebuah map berwarna merah.

“Dulu memang diikuti semua. Baik latihan karate, renang, dan lari. Kemudian saya khawatir konsentrasinya pecah. Akhirnya dia memilih sendiri untuk fokus pada karate,” ucap Heri.

Gadis yang kini baru saja mendaftar SMP itu, selalu meluangkan waktunya untuk latihan. Dua kali dalam sepekan, dia latihan di Gedung Aspol Kebonagung. Selama ini dia memang bergabung dalam Dojo Aspol Karate Klub.

“Saya sudah merasa karate ini yang paling sesuai dengan jiwa saya,” kata Meyla.

Sejak awal berlatih, Meyla aktif mengikuti berbagai kejuaraan. Mulai dari tingkat daerah, hingga tingkat nasional. Dengan sabuk cokelat yang kini dimiliki, Meyla telah banyak meraih prestasi.

Seperti Kejurnas Jombang Open 2016, ia meraih juara 2. Dalam kejuaraan yang sama di tahun berikutnya, dia naik tingkat, meraih juara 1. Lalu di tahun 2018, dia meraih juara 2. Dan dua kali juara 1 dalam kejuaraan nasional.

Yakni, Kejurnas Karate Malang Open 2018 sebagai juara 1, Kejurnas Karate Marinir Open 2018 sebagai juara 2, dan Kejurnas Piala Wali Kota Pasuruan 2018 sebagai juara 1.

Awal tahun lalu, dia menyabet Piala Kapolda Jawa Timur. Tak hanya juara 1, Meyla pun berhasil mengalahkan para juara dalam pertandingan hingga meraih juara Best of The Best. Sebagai ganjarannya, dia berhak mengikuti Piala Kapolri tanpa seleksi.

Meyla bahkan tampil menggelegar dalam Piala Kapolri yang digelar di Padang, Sumatera Barat pada Maret silam. Ia menaklukkan lima lawannya dari berbagai daerah. Dalam pertandingan final, ia pun mengalahkan lawannya yang merupakan tuan rumah.

“Padahal, target kami awalnya paling tidak juara tiga saja. Tapi, penampilan Meyla melebihi ekspektasi,” terang Rayes, pelatih Meyla.

Saat ini gadis yang bercita-cita menjadi Polwan itu tengah menyiapkan diri lebih giat berlatih. Sebab, awal Juli mendatang, dia hendak mengikuti ujian DAN 1 demi dapat memegang sabuk hitam.

Yang terpenting bagi Meyla yaitu berjuang dulu. Sementara hasilnya, tergantung nanti. (tom/fun)